Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi
Gelombang kepedulian masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Kabupaten Bogor kembali menguat. Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu menggagas Petisi Tolak Korupsi

BOGOR, PENAPUBLIK.COM – Gelombang kepedulian masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Kabupaten Bogor kembali menguat. Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu menggagas Petisi Tolak Korupsi dengan target mengumpulkan satu juta tanda tangan masyarakat.
Gerakan tersebut muncul di tengah rangkaian kegiatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Kabupaten Bogor. Pada 14 September 2026, KPK mengkonfirmasi adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Perkara tersebut kemudian berkembang ke penyidikan terkait dugaan korupsi dalam pengurusan HGB di wilayah Kabupaten Bogor.
Menurut Dian Asmara, Dewan Penasehat Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu (GMSBB), mengatakan bahwa petisi tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menyuarakan tuntutan agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan transparan dan berintegritas.
"Petisi ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Ini adalah suara masyarakat yang ingin Kabupaten Bogor bebas dari praktik korupsi dan meminta agar proses penegakan hukum berjalan secara transparan serta sesuai ketentuan," kata Dian Asmara biasa disapa Paul.
Ditempat yang sama, Rizwan Riswanto, Koordinator Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu, menyampaikan bahwa target satu juta tanda tangan diharapkan menjadi wadah partisipasi publik seluas-luasnya.
"Kami ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyatakan sikap. Target satu juta tanda tangan adalah simbol besarnya dukungan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi," tegasnya.
Menurutnya, momentum kegiatan KPK di Kabupaten Bogor menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah agar memperkuat pengawasan publik serta membangun tata kelola Pemerintahan yang akuntabel.
Gerakan ini juga menegaskan bahwa petisi tersebut diarahkan sebagai gerakan sipil dan aspirasi masyarakat, bukan sebagai upaya untuk mendahului proses hukum atau menyimpulkan kesalahan pihak tertentu.
"Tentunya kami menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Yang kami dorong adalah transparansi, akuntabilitas dan keberanian masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya Pemerintahan," tuturnya.
Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu kata Rizwan Ia berharap Petisi Tolak Korupsi dapat berkembang menjadi gerakan partisipasi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bogor.
"Dan, Satu juta tanda tangan ditargetkan menjadi simbol bahwa masyarakat menginginkan Kabupaten Bogor yang bersih, transparan dan berintegritas." tandasnya. (Fik/Redaksi).
ARTIKEL TERKAIT
MelirikPengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
MelirikSungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
MelirikInspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
MelirikWujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
MelirikMasa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum
Melirik