PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIK21 Mei Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Ini Kata Aktivis Lingkungan Hidup
    Melirik

    21 Mei Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Ini Kata Aktivis Lingkungan Hidup

    BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Meskipun berada di negara tropis bukan berarti terbebas dari ancaman bencana alam kekeringan. Kelangkaan dan krisis air bersih bisa disebabkan oleh kerusakan alam akibat aktivitas manusia dan faktor lainnya.

    21 Mei 2023 pukul 16.09 WIBIwans
    Bagikan:
    21 Mei Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Ini Kata Aktivis Lingkungan Hidup
    21 Mei Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Ini Kata Aktivis Lingkungan Hidup.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Meskipun berada di negara tropis bukan berarti terbebas dari ancaman bencana alam kekeringan. Kelangkaan dan krisis air bersih bisa disebabkan oleh kerusakan alam akibat aktivitas manusia dan faktor lainnya.

    Akibat krisis air bersih sejumlah aktivis lingkungan hidup menyoroti kelangkaan tersebut salah satunya diungkapkan Sabilillah atau biasa disapa Bili.

    Menurutnya fakta bahwa krisis air tak akan mungkin dihindarkan dan pasti terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Kerusakan alam, habitat dan keanekaragaman hayati akibat ulah manusia adalah pemicu ancaman krisis air dan bencana kekeringan berkepanjangan.

    Beberapa faktor penyebab diantaranya kata Bili adalah faktor pertumbuhan industri dan pertambangan.

    Adanya peningkatan aktivitas industri yang menggunakan air tanah dan sumber air lainnya juga ancaman serius krisis air. Industri pun menghasilkan limbah dan sampah yang mencemarkan sumber-sumber air.

    "Termasuk aktivitas pertambangan yang tidak terkontrol, semisal galian batu, penebangan pohon dan material lainnya adalah ancaman krisis ketersediaan air tanah," ucapnya.

    Lanjutnya, Faktor pertumbuhan populasi yang erat kaitannya dengan kebutuhan air bersih, serta faktor pertumbuhan sentra komersial yang pesat menjadi ancaman serius terhadap ketersediaan air bersih. Karena, penggunaan air pun cenderung berlebihan, ditambah lagi kecenderungan terjadi polusi air akibat limbah dan sampah.

    Baca Juga :
    • Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    • Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    "Masyarakat yang kurang peduli dengan sumber daya alam dan air, perilaku penggunaan air secara berlebihan bisa menyebabkan kelangkaan air yang berujung krisis air bersih. Ini bukan tugas pemerintah semata, tapi secara bersama-sama masyarakat sadar untuk mencegah musibah dan dampaknya," ungkapnya.

    Efeknya sudah dirasakan oleh masyarakat, namun tidak sedikit yang abai dan lalai.Jika tidak siap dimulai dari sekarang untuk menghadapinya maka jadilah musibah dan permasalahan serius. Permasalahan tersebut merupakan buah tangan dari perbuatan manusia yang lalai berterima kasih terhadap anugerah yang selama ini mereka nikmati di Bumi yang mereka pijak dan oksigen yang mereka hirup setiap hela nafas.

    "Yang menanggung dosa adalah mereka sendiri karena tidak menjaga kelestarian lingkungan hidup, tak terkecuali mereka yang sedang mengemban amanat alias pemangku jabatan. Jadi saya bangunkan mereka supaya segera bersiap diri menghadapi kekeringan dan fenomena cuaca saat ini dan mendatang," paparnya.

    Ia juga menyebutkan sektor pertanian dan perkebunan juga tak luput terancam kekeringan dan hama. Selain itu kerusakan lingkungan memicu sumber penyakit yang akan menyerang manusia terutama anak-anak dan balita.

    Oleh karenanya, momentum Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 21 Mei tahun ini dapat dijadikan sebagai pemantik bagi setiap individu supaya lebih fokus menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati dan habitatnya.

    "Kinerja pemerintah setempat kerap kewalahan menanggulangi sampah karena volume sampah overload setiap hari. Sumber-sumber air dan irigasi tak akan lagi bisa diandalkan di sektor pertanian perkebunan, sedangkan cadangan air bawah tanah terancam karena aktifitas galian dan alih fungsi lahan." tandasnya. (Fik)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua