PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKAkibat Mangkrak, Warga Sukaresmi Minta Tanggung Jawab UPT Jalan dan Jembatan DPUPR
    Melirik

    Akibat Mangkrak, Warga Sukaresmi Minta Tanggung Jawab UPT Jalan dan Jembatan DPUPR

    Proyek pembangunan jembatan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari mangkrak. Pasalnya anggaran DPUPR Kabupaten Bogor tahun 2023 hingga saat ini belum ada pengerjaan lagi oleh pihak kontraktornya.

    12 Juni 2024 pukul 23.27 WIBIwans
    Bagikan:
    Akibat Mangkrak, Warga Sukaresmi Minta Tanggung Jawab UPT Jalan dan Jembatan DPUPR
    Akibat Mangkrak, Warga Sukaresmi Minta Tanggung Jawab UPT Jalan dan Jembatan DPUPR.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    TAMANSARI, PENAPUBLIK.COM - Proyek pembangunan jembatan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari mangkrak. Pasalnya anggaran DPUPR Kabupaten Bogor tahun 2023 hingga saat ini belum ada pengerjaan lagi oleh pihak kontraktornya.

    Pantauan dilokasi, proyek jembatan yang dikerjakan oleh PT. Chikal Bakal Mandiri dengan konsultan pengawas PT. Nasuka Putra dengan anggaran senilai Rp 3,4 miliar tahun 2023 tersebut, beralaskan papan yang membahayakan terlebih saat warga melintas dengan kendaraan roda dua bahkan belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

    Menurut Lulu Rukmana, Kepala Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, mengaku sudah menanyakan kepihak UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah III DPUPR Kabupaten Bogor, dan akan diteruskan di tahun 2024 ini.

    "Untuk jembatan yang ada di Desa Sukaresmi kita sudah menanyakan ke UPT jalan dan jembatan. Menurut informasi soal itu akan diteruskan tahun ini juga. Kami berharap supaya cepat selesai dan masyarakat dapat beraktifitas kembali. Kami sudah sounding ke Kecamatan Tamansari, ke bagian ekbang juga sudah menyampaikan insya Allah tahun 2024 ini akan dilanjutkan kembali," jelasnya.

    Pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk menunggu dan bersabar, karena pembangunan jalan tersebut sumber anggarannya dari Kabupaten Bogor bukan dari anggaran Desa.

    Baca Juga :
    • Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    • Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Sementara itu Ebed, Salah seorang warga RT 4 RW 13 Desa Sukaresmi, mengaku merasa sangat dirugikan akibat mangkraknya pembangunan jembatan tersebut.

    "Warga sangat dirugikan sekali, dulu saya berjuang supaya ada jembatan penyebrangan khususnya bagi kampung dan warga disini, sekarang dibangun tapi malah terbengkalai," ungkapnya pada Selasa (11/6).

    Ia dan warga lainnya merasa khawatir ada kejadian seperti dulu di jembatan bambu itu ambruk dan tidak mau terulang lagi itu.

    Menurutnya jembatan diwilayah tersebut sangatlah penting untuk mobilisasi dan aktivitas warga. Bahkan warga dari luar Sukaresmi melintas diarea ini.

    "Harapan saya harus secepatnya di kerjakan, jangan sampai ditunda-tunda. Jalan ini sangat dibutuhkan sekali, karena disini banyak pengusaha kecil, pengrajin sandal, sektor pertanian pun cukup terhambat." tandasnya. (FIK)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua