PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKAktinomiset ; Bakteri Menguntungkan Bagi Masa Depan Pertanian Indonesia
    Melirik

    Aktinomiset ; Bakteri Menguntungkan Bagi Masa Depan Pertanian Indonesia

    Ketahanan pangan menjadi isu global yang semakin mendesak. Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan bahwa pada tahun 2050, kebutuhan pangan manusia akan meningkat hampir dua kali lipat.

    22 September 2025 pukul 16.54 WIBIwans
    Bagikan:
    Aktinomiset ; Bakteri Menguntungkan Bagi Masa Depan Pertanian Indonesia
    Aktinomiset ; Bakteri Menguntungkan Bagi Masa Depan Pertanian Indonesia.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Ketahanan pangan menjadi isu global yang semakin mendesak. Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan bahwa pada tahun 2050, kebutuhan pangan manusia akan meningkat hampir dua kali lipat.

    Di sisi lain terdapat tantangan dalam pemenuhan pangan, salah satunya adalah serangan penyakit tanaman yang menurunkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

    Selama beberapa dekade terakhir, petani di Indonesia mengandalkan pupuk dan pestisida kimia sintetis untuk menjaga hasil panen. Teknik budidaya yang mulai populer sejak era Revolusi Hijau pada 1960-an ini memang berhasil meningkatkan produksi dalam jangka pendek, namun di balik itu menimbulkan dampak serius.

    Penggunaan yang berlebihan membuat tanah kehilangan kesuburannya, merusak sifat fisik maupun kimia tanah, serta memicu ketergantungan petani pada input eksternal yang mahal.

    Akibatnya, biaya produksi meningkat, sementara kesehatan tanah dan lingkungan semakin menurun, dan telah mengesampingkan organisme yang bertanggung jawab dalam menjaga suatu tanaman dapat berkembang sesuai potensi genetiknya.

    Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Abdjad Asih Nawangsih, M.Si, yang akrab dipanggil Prof Asih, dalam orasi ilmiah guru besarnya di IPB University, Bogor pada Sabtu (20/9).

    “Praktik ini sudah kita sadari telah merugikan pertanian kita secara perlahan. Kita membutuhkan sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Prof. Asih dalam orasi ilmiahnya.

    Sebagai jawaban atas tantangan ini, Prof. Asih bersama timnya menaruh perhatian pada kelompok bakteri menguntungkan yang selama ini jarang dilirik dalam penelitian pertanian, yakni aktinomiset.

    Baca Juga :
    • Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Bakteri ini memiliki kemampuan luar biasa: merangsang pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit, sekaligus berperan sebagai simbion yang hidup berdampingan dalam jaringan tanaman.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktinomiset mampu menghambat cendawan patogen penyebab penyakit tanaman dan memacu pertumbuhan tanaman.

    Sebagai contoh, percobaan yang dilakukan Prof Asih pada benih jagung yang diberi perlakuan aktinomiset tumbuh lebih cepat, membentuk akar lebih panjang, dan memiliki jumlah akar lebih banyak dibanding benih tanpa perlakuan.

    “Selain dapat menghambat pertumbuhan cendawan patogen penyebab penyakit tanaman, ini juga bisa memacu pertumbuhan dan menambah kesehatan tanaman," ungkapnya.

    Inovasi berbasis mikroba ini akan mendukung praktik pertanian regeneratif di Indonesia. Eksplorasi aktinomiset berpotensi menjaga keanekaragaman hayati di dalam ekosistem pertanian.

    Baca Juga :
    • Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Dengan keragaman ekosistem tropis yang tinggi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menemukan aktinomiset unggul. Harapannya, formulasi tersebut akan menjadi senjata baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tanpa merusak kesehatan tanah maupun lingkungan.

    “Tren pertanian saat ini mulai beralih dari pendekatan Industrial Agriculture dan mengarah ke Regenerative Agriculture yang bertujuan untuk meningkatkan keaneka-ragaman hayati, kesehatan tanah dan produksi pangan berkelanjutan. Pemanfaatan Aktinomiset dapat diselaraskan dengan tujuan dari pertanian regeneratif tersebut,” tuturnya.

    Dengan temuan ini, IPB University menunjukkan perannya dalam mencari solusi konkret atas tantangan pertanian global.

    Melalui kolaborasi riset dan implementasi di lapangan, aktinomiset diharapkan dapat segera dimanfaatkan secara luas, sehingga petani Indonesia memiliki alternatif nyata untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing di masa depan. (Ii/Fik)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua