PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKAngka Peminjam Online Meningkat Drastis, Masyarakat Alami Dilema?
    Melirik

    Angka Peminjam Online Meningkat Drastis, Masyarakat Alami Dilema?

    Baru-baru ini beberapa situs pinjaman online menyatakan bahwa mereka mendapatkan kenaikan jumlah peminjam yang semakin banyak pada saat pandemi.

    22 Juni 2022 pukul 13.35 WIBIwans
    Bagikan:
    Angka Peminjam Online Meningkat Drastis, Masyarakat Alami Dilema?
    Angka Peminjam Online Meningkat Drastis, Masyarakat Alami Dilema?.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Baru-baru ini beberapa situs pinjaman online menyatakan bahwa mereka mendapatkan kenaikan jumlah peminjam yang semakin banyak pada saat pandemi. Meskipun hanya 1,43% dari total penduduk Indonesia yang menggunakan layanan jasa pinjaman online, namun jumlah tersebut merupakan data kenaikan yang cukup drastis jika dilihat dari data sebelum pandemi.

    Massa pandemi ini membuat semua kalangan masyarakat kesulitan ekonomi,  cara mereka untuk tetap mempunyai penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari sangat beragam. Penghasilan yang dibilang sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat beberapa masyarakat nekat untuk menggunakan jasa pinjaman online.

    Seperti yang kita ketahui Indonesia selalu mengalami krisis ekonomi, yang disebabkan oleh kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan lapangan kerja yang masih sedikit. Banyak sekali masyarakatnya yang masih tidak memiliki pekerjaan, dan ketika mereka mempunyai pekerjaanpun tidak mendapatkan upah yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, yang akhirnya membuat mereka nekat untuk meminjam uang dari situs pinjaman online, karena dibandingkan meminjam dengan orang yang dikenal lebih baik meminjam pada aplikasi yang kemungkinan besar tidak akan menimbulkan kericuhan dengan tetangga atau orang lain.

    "Iya saya nekat meminjam uang pada pinjaman online, karena keadaan orangtua saya yang kesulitan ekonomi akibat pandemi ini, sedangkan saya membutuhkan uang untuk biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari dan sangat tidak memungkinkan untuk meminta uang kepada orangtua," tutur salah seorang mahasiswa saat di wawancarai.

    Krisis ekonomi yang sudah ada di Indonesia ini lalu kedatangan pandemi covid-19 yang membuat beberapa sumber penghasilan di negara ini harus ditutup, Pada saat itulah jumlah masyarakat yang menggunakan layanan jasa pinjaman online terus naik.

    Tidak hanya di Indonesia saja yang mengalami krisis ekonomi pada saat pandemi, beberapa negara yang terkena kasus covid-19 pun mengalami krisis ekonomi.

    Pada masa krisis ekonomi ini beberapa masyarakat memanfaatkan layanan pinjaman online karena dianggap mudah dan praktis, siapa sangka pinjam meminjam ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi beberapa kalangan masyarakat. Tentunya merekapun tidak akan meminjam jika ada pekerjaan dan kesulitan ekonomi.

    Meskipun pinjaman online ini sangat membantu, namun tetap saja pinjaman online ini memiliki sisi negative-nya, Pikirkanlah dampak berkepanjangannya jika anda menggunakan pinjaman online, semua orang pasti pernah mengalami kesulitan. Sikapilah permasalahan keuangan kalian dengan bijak.

    "Untuk meminjam diaplikasi tersebut sangat mudah, dan tentunya uang bisa cair dengan cepat," ujar seorang peminjam.

    Baca Juga :
    • Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    • Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Salah seorang pengguna pinjol (pinjaman online-red) mengaku awalnya meminjam uang disalah satu aplikasi pada saat 2019 lalu.

    "Kemudian saat pandemi yang baru saja dimulai saya harus diberhentikan dari pekerjaan, karena pikiran yang pendek karena kebutuhan yang mendesak saya mencoba pinjaman online ini," terangnya.

    Dengan kondisi tersebut tentu saja bisa menjadi ketergantungan untuk para penggunanya, bahkan bisa menjadi sebuah budaya baru, meski massa pandemi telah berakhir tetap saja ada beberapa yang sudah ketergantungan dengan pinjaman online ini.

    "Kondisi ini membuat sulit untuk tidak meminjam, Benar-benar dilematis." tandasnya.

    Penulis : Zuhrotul Mu’minati, Deni Solehudin, M.Aldi Yon K, Ana S.

    Editor : Fik

    Penulis: Iwans|Editor: —
    SOSIALEKONOMI
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua