Anjal dan Gelandangan di Kota Bogor Terabaikan, Kader HMI-MPO Ungkap Ini
Fenomena anak jalanan dan gelandangan yang berseliweran di beberapa titik wilayah di Kota Bogor saat ini cukup mengkhawatirkan. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, sehingga perlu penanganan khusus dari Dinas Sosial dan instansi terkait.

KOTA BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Fenomena anak jalanan dan gelandangan yang berseliweran di beberapa titik wilayah di Kota Bogor saat ini cukup mengkhawatirkan. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, sehingga perlu penanganan khusus dari Dinas Sosial dan instansi terkait. Dilansir dari okezone.com Dinas sosial mencatat ada kenaikan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Bogor. Sedikitnya tercatat, ada 200 orang terjaring dalam waktu dua bulan yaitu September-Oktober 2023, Para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini berkisar usia 18-30 tahun. Menurut Hanief Fatahillah, Salah seorang kader HMI Cabang Bogor, mengaku prihatin dengan fenomena anak jalanan saat ini yang terjadi di Kota Bogor. "Setiap hari saya melihat keberadaan anak jalanan dan gelandangan di sekitar stasiun Bogor dan beberapa titik lampu merah di Kota Bogor. Mereka seharusnya mendapatkan perlindungan dan perhatian dari pemerintah, bukan dibiarkan begitu saja," tuturnya. Kurangnya tindakan konkret dan berkelanjutan dari Dinas Sosial dan pemerintah Kota Bogor kata Hanief menjadi sorotan utama dalam masalah tersebut. Bahkan hingga saat ini, belum ada program yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan anak jalanan. Terbukti dengan masih adanya anak jalanan dan gelandangan di Kota Bogor. Padahal, menurut Undang-Undang Perlindungan Anak, Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari berbagai bentuk eksploitasi dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi. "Dengan adanya perhatian dan tindakan yang serius dari pemerintah, diharapkan jumlah anak jalanan di Kota Bogor dapat berkurang dan mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat." tandas Hanief. (Fik/Redaksi).
Penulis
IwansARTIKEL TERKAIT
MelirikPengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
MelirikSungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
MelirikInspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
MelirikWujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
MelirikMasa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum
Melirik