PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKDemi Lingkungan Hidup, Aktivis Berharap Bupati Bogor Mau Turun Tangan di Megamendung
    Melirik

    Demi Lingkungan Hidup, Aktivis Berharap Bupati Bogor Mau Turun Tangan di Megamendung

    MEGAMENDUNG, PENAPUBLIK.COM - Aktivitas perataan akses Jalan di Blok Geger Malang, Kampung Sirnagalih RT 04 RW 01, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung yang berdampak pada lingkungan dan menimbulkan keresahan warga masyarakat terutama yang berada di dua (2) wilayah RW membuat keprihatinan sekalig

    22 Januari 2022 pukul 12.29 WIBIwans
    Bagikan:
    Demi Lingkungan Hidup, Aktivis Berharap Bupati Bogor Mau Turun Tangan di Megamendung
    Demi Lingkungan Hidup, Aktivis Berharap Bupati Bogor Mau Turun Tangan di Megamendung.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    MEGAMENDUNG, PENAPUBLIK.COM - Aktivitas perataan akses Jalan di Blok Geger Malang, Kampung Sirnagalih RT 04 RW 01, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung yang berdampak pada lingkungan dan menimbulkan keresahan warga masyarakat terutama yang berada di dua (2) wilayah RW membuat keprihatinan sekaligus sorotan dari berbagai kalangan termasuk aktivis dan pemerhati lingkungan hidup. Menurut Azet Basuni, Salah seorang warga Desa Gadog, Kecamatan Megamendung yang tergabung dalam aktivis Puncak Ngahiji mengaku sangat menyayangkan adanya aktivitas pembangunan dilahan tersebut yang disinyalir itu merusak ekosistem didalamnya. "Apapun alasannya saya sangat menyayangkan dan yang jelas itu sudah merusak ekosistem didalamnya, Bahkan warga masyarakat sekitar mengeluhkan kondisi air yang dulunya bersih sekarang menjadi keruh karena dampak kegiatan itu," ujarnya.

    Lokasi Gunung Kumpel Desa Megamendung.
    Lokasi Gunung Kumpel Desa Megamendung.
    Dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas terkait agar segera menindaklanjuti aktivitas atau kegiatan tersebut. "Iya ini kan bagai bom waktu yang suatu saat nanti akan meledak terlebih ketika hujan deras akan berakibat pada bencana disekitarnya. Saya minta Pemkab Bogor melalui Dinas terkait untuk turun kesana," pinta-nya. Hal senada dikatakan Maman Usman Rasyidi, S.H, M.H, Aktivis Penggiat Pelestari Lingkungan (Pepeling) Bogor Raya memohon kepada Bupati Bogor agar memberikan perhatian khusus terhadap lingkungan dan warga masyarakat Kabupaten Bogor secara menyeluruh. "Apa yang terjadi diwilayah Megamendung saat ini, Bupati Bogor harus concern dan peka dalam memberikan perlindungan kepada warga masyarakatnha. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja terlebih lagi warga disana kesulitan sarana air bersih, Kemudian ada resiko bencana alam, Tanah longsor dan lain sebagainya," ucap Maman sekaligus sebagai praktisi Hukum dari Komunitas Pepeling Bogor Raya. Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki Perda Nomor 11 tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan mutlak harus dipatuhi seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Bogor berkaitan dengan pemanfaatan lahan. Dalam Perda tersebut kata Maman dengan jelas menerangkan bahwa Megamendung sebagai kawasan resapan air, kawasan rawan bencana, kawasan hutan produksi dan lain sebagainya. "Jangan salah ya, Perda Tata Ruang Pemerintah Kabupaten/Kota, itu berpedoman pada UU Tata Ruang yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Artinya kebijakan tata ruang daerah merupakan representasi dari kebijakan tata ruang pusat. Jadi jangan main-main dengan alih fungsi lahan," tegasnya. Oleh karena itu kata Maman, Jika ada kegiatan yang menyalahi aturan tata ruang, itu merupakan pelanggaran serius, apakah berijin atau tidak. "Seharusnya siapapun tanpa terkecuali, harus mematuhi aturan yang ada. Pemerintah daerah harus mengambil sikap dan tegas terhadap permasalahan ini." pungkasnya. Diperoleh informasi dari pengawas proyek bahwa aktivitas perataan lahan dengan menggunakan alat berat (beko) diwilayah tersebut sudah ditutup pada Hari Rabu (19/1/2022) dan ada upaya mencarikan solusi berupa kawat bronjong serta membuat RAB pipanisasi yang diajukan oleh pengurus RT dan RW setempat. (FIK)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua