Di Ciawi, Kunjungan Kerja DPRD Komisi 1 Diwarnai Aksi Formacip
Warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) yang Sekretariatnya terletak di Kampung Warungseri, RT 04 RW 01

Ciawi, PenaPublik.com - Warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) yang Sekretariatnya terletak di Kampung Warungseri, RT 04 RW 01, Desa Ciawi, menggelar aksi damai dan dialog dalam rangka menyampaikan aspirasi pada kunjungan kerja(kunker) anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi 1, Pada Jum'at pagi dihalaman Kantor Kecamatan Ciawi (22/11). Setibanya dilokasi, Rombongan anggota DPRD tersebut disambut dengan orasi dari Ujang Kamun, Selaku koorlap aksi dengan menyampaikan beberapa aspirasi terkait kondisi diwilayah Kecamatan Ciawi saat ini. Formacip menyebutkan bahwa kondisi wilayah Ciawi semakin semrawut karena kemacetan lalu lintas, Banyaknya PKL dan yang paling memprihatinkan adalah keberadaan para PSK hampir setiap malam menjajakan cinta-nya kepada lelaki hidung belang disepanjang Jalan Raya Ciawi yang notabene jaraknya hanya beberapa meter dari Kantor Kecamatan dan Kantor Kementerian Agama, sehingga membuat nama warga Ciawi yang agamis-pun tercoreng. Ibnu Huza'i, Ketua Formacip meminta ketegasan Camat Ciawi maupun Bupati Bogor, agar segera menertibkan kawasan Ciawi mulai dari PKL yang berdagang bukan pada tempatnya. "Bersihkan Ciawi dari praktek prostitusi PSK, tertibkan pabrik ilegal dan melarang bus besar melewati jalan Desa," kata Ibnu, Ketua Formacip pada Jumat (22/11). Hal senada diungkapkan Sugandi, Ketua Dewan Pembina Formacip, Pihaknya menyampaikan aspirasi diatas kepada Ketua dan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor. Dirinya juga menyampaikan bahwa telah terjadi pungutan yang luar biasa besarnya dari SMPN 1 Ciawi kepada para orang tua murid. "Saya tadi mengeluhkan pungutan atas nama sumbangan kelulusan yang dilakukan oleh SMPN 1 Ciawi kepada prang tua murid sebesar Rp 1,5 juta untuk biaya kelulusan siswa. Walaupun namanya sumbangan tetapi diwajibkan dan kalau tidak bayar maka ijazah siswa atau siswi akan ditahan oleh pihak sekolah," keluhnya.
Penulis
IwansARTIKEL TERKAIT
MelirikPengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
MelirikSungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
MelirikInspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
MelirikWujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
MelirikMasa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum
Melirik