PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKHari Pohon Sedunia, Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Alam Puncak Saat Ini
    Melirik

    Hari Pohon Sedunia, Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Alam Puncak Saat Ini

    Pepohonan dan tumbuhan lain dikenal karena kemampuannya dalam memurnikan atau menyaring udara, menyediakan oksigen bagi jutaan spesies di planet bumi. Menanam lebih banyak pohon dan melestarikan pohon menjadi salah satu strategi yang digunakan untuk membantu mengurangi dampak dari krisis iklim.

    22 November 2023 pukul 16.03 WIBIwans
    Bagikan:
    Hari Pohon Sedunia, Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Alam Puncak Saat Ini
    Hari Pohon Sedunia, Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Alam Puncak Saat Ini.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    CISARUA, PENAPUBLIK.COM - Pepohonan dan tumbuhan lain dikenal karena kemampuannya dalam memurnikan atau menyaring udara, menyediakan oksigen bagi jutaan spesies di planet bumi. Menanam lebih banyak pohon dan melestarikan pohon menjadi salah satu strategi yang digunakan untuk membantu mengurangi dampak dari krisis iklim.

    Sebuah perhitungan dengan pemodelan menunjukkan bahwa tanaman mungkin mampu menyerap lebih banyak karbon dioksida yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pada prinsipnya adalah menanam bukan menebang.

    Masalah alam yang kemudian muncul akibat kerakusan manusia dengan berbagai dalihnya seolah membabat hutan, mengupas permukaan tanah lalu menggantinya dengan beton-beton menjadi sebuah kebenaran.

    Contoh konkret kerusakan alam yang disengaja belakangan terjadi di kawasan Puncak Bogor melalui KSO yang dikeluarkan PTPN VIII. Dengan KSO kerusakan tatanan alam dan keasrian Puncak yang selama ini jadi icon, perlahan namun pasti mulai memudar menuju kehancuran.

    Akibatnya Puncak yang notabene kawasan pegunungan dan perbukitan bisa banjir dan longsor terlebih saat musim penghujan juga kekeringan dan kesulitan air saat musim kemarau.

    Ini sangat ironis dan tentu saja harus sesegera mungkin disudahi sebelum bencana besar terjadi. Lalu siapa yang harus bertanggungjawab atas semua ini? Tentu saja kita semua sebagai warga Puncak Khususnya dan sebagai manusia pada umumnya. Terutama PTPN VIII wajib dengan segera menghentikan kerjasama KSO sekaligus mengevaluasi KSO KSO yang sudah berjalan apakah sesuai dengan RTRW Bopunjur?

    "Bahkan menurut saya PTPN VIII nya pun harus diaudit. Semoga dalam waktu dekat Kementrian ATR BPN dan KLHK segera datang ke Puncak untuk melakukan evaluasi serta supervisi dan tentu saja menindak semua pelaku pelanggaran kerusakan alam yang terjadi di Puncak, siapapun pelakunya wajib ditindak jangan sampai terkesan tebang pilih apalagi jika sampai menimbulkan kesan kebal hukum," tutur M. Iwan Syafwan, Aktivis Lingkungan.

    Puncak sebagai kawasan hijau penyangga Ibukota kata Meichin sapaan akrabnya wajib terjaga keseimbangan serta kelestarian alamnya.

    Menurutnya yang paling fatal ada perkebunan yang lahannya berpindah tangan ke pengembang seperti Ciseureuh dan wilayah lainnya.

    Baca Juga :
    • Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    • Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Konon kata Meichin disana sudah dikuasai Sentul city, BJA dan sebangsanya. Satu lagi rencana Tol Puncak juga sangat berpotensi menimbulkan kerusakan alam yang tidak sedikit.

    "Karena itu sebaiknya kita tolak. Lagi pula jalur yang dipetakan hanya menguntungkan beberapa korporasi, dan terkesan rencana tol tersebut pun merupakan pesanan mereka. Entahlah? Jadi hemat saya stop segala bentuk kerusakan alam di Puncak dengan dalih apapun. Jangan lagi ada alih fungsi," tegasnya.

    Sambungnya, Jika PTPN VIII tidak mampu lagi mengelola perkebunan teh yang ada, sebaiknya di plasmakan bersama rakyat (warga Puncak) demi masa depan dan kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

    "Jangan di KSO kan dengan para pengusaha rakus yang tidak peduli dengan kelestarian alam selain nafsu syahwat duniawi semata. Puncak itu dulunya seperti serpihan sorga. Hari ini terkesan akan dibuat jadi neraka, Stop kerusakan Puncak!" tandasnya. (Redaksi)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua