PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKImbas Pembongkaran di Puncak, Kaum "Proletar" Makin Termarjinalkan
    Melirik

    Imbas Pembongkaran di Puncak, Kaum "Proletar" Makin Termarjinalkan

    "Layaknya kaum "proletar" yang seringkali menjadi target eksploitasi para majikan yang berorientasi kapitalis," sepenggal kalimat diungkapkan warga masyarakat di kawasan wisata Puncak pasca pembongkaran tahap kedua terhadap ratusan bangunan liar yang tak berizin oleh Pemkab Bogor.

    28 Agustus 2024 pukul 07.28 WIBIwans
    Bagikan:
    Imbas Pembongkaran di Puncak, Kaum "Proletar" Makin Termarjinalkan
    Imbas Pembongkaran di Puncak, Kaum "Proletar" Makin Termarjinalkan.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    CISARUA, PENAPUBLIK.COM - "Layaknya kaum "proletar" yang seringkali menjadi target eksploitasi para majikan yang berorientasi kapitalis," sepenggal kalimat diungkapkan warga masyarakat di kawasan wisata Puncak pasca pembongkaran tahap kedua terhadap ratusan bangunan liar yang tak berizin oleh Pemkab Bogor. Ya, Tepat tanggal 26 agustus 2024, seantero kawasan wisata Puncak bergemuruh raungan suara mesin-mesin buldozer meluluhlantakkan ratusan bangunan liar dan tak berizin, seketika kepulan debu bekas bangunan itupun berterbangan di alam Puncak. Tak hanya itu, celoteh dan suara sumpah serapah serta teriakan-teriakan rasa ketidak adilan menjadi pemandangan tak lazim dikawasan tersebut pada Senin (26/8). Derap langkah yang kokoh para pamong di Bumi Tegar Beriman Kabupaten Bogor yang tengah mempertontonkan sedang menghalau warga masyarakat yang akan kehilangan tempat mereka mengais rejeki, warung-warung itu diratakan, sementara di sisi lainnya beberapa unit bangunan megah yang jelas-jelas sama berdiri satu hamparan dengan warung-warung itu masih kokoh berdiri dan hanya terikat seutas tali yang bernilai lima puluh juta untuk sebuah aturan yang bernama Perda.

    Aktivis KWP Seusai Berorasi Didepan Liwet Asep Stroberi Pada Senin Sore (26/8/2024).
    Aktivis KWP Seusai Berorasi Didepan Liwet Asep Stroberi Pada Senin Sore (26/8/2024).
    "Betapapun teriakan itu begitu keras, tangisan itu meratap langit, sepertinya para pamong tersebut seperti telah disihir oleh para penyamun sehingga tertutup semua rasa dalam jiwa dan raganya, mereka bak robot-robot yang telah diprogram untuk melindas siapapun dihadapan mereka sekalipun itu adalah pemilik kedaulatan di Negeri yang konon telah merdeka, Negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, Negeri yang menjunjung nilai-nilai keadilan atas semua status sosial," celoteh Dede Rahmat, Salah seorang aktivis Puncak dengan nada penuh kekecewaan atas ketidak adilan yang terjadi. Ditempat yang sama, Jonathan Salim mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap nilai-nilai etika dan estetika di kawasan Puncak saat ini. "Ini yang akhirnya terjadi, hanya dengan denda 50 juta bisa gagal dieksekusi tapi kenapa pedagang kecil tidak diberikan akses dan ijin untuk mengurus perijinannya," keluh Joe biasa disapa. Menurutnya, Puncak hari ini begitu termajinalkan di Bumi Tegar Beriman, apakah potret ini layak dalam sebuah negeri yang telah merdeka? Atau ini hanya sebatas mimpi disiang bolong? tapi tangisan itu akan berganti dengan do'a kepada Sang pemilik alam, Wallohu A'lam bisshowab. (Fik/Redaksi)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua