Imbas Pembongkaran di Puncak, Kaum "Proletar" Makin Termarjinalkan
"Layaknya kaum "proletar" yang seringkali menjadi target eksploitasi para majikan yang berorientasi kapitalis," sepenggal kalimat diungkapkan warga masyarakat di kawasan wisata Puncak pasca pembongkaran tahap kedua terhadap ratusan bangunan liar yang tak berizin oleh Pemkab Bogor.

CISARUA, PENAPUBLIK.COM - "Layaknya kaum "proletar" yang seringkali menjadi target eksploitasi para majikan yang berorientasi kapitalis," sepenggal kalimat diungkapkan warga masyarakat di kawasan wisata Puncak pasca pembongkaran tahap kedua terhadap ratusan bangunan liar yang tak berizin oleh Pemkab Bogor. Ya, Tepat tanggal 26 agustus 2024, seantero kawasan wisata Puncak bergemuruh raungan suara mesin-mesin buldozer meluluhlantakkan ratusan bangunan liar dan tak berizin, seketika kepulan debu bekas bangunan itupun berterbangan di alam Puncak. Tak hanya itu, celoteh dan suara sumpah serapah serta teriakan-teriakan rasa ketidak adilan menjadi pemandangan tak lazim dikawasan tersebut pada Senin (26/8). Derap langkah yang kokoh para pamong di Bumi Tegar Beriman Kabupaten Bogor yang tengah mempertontonkan sedang menghalau warga masyarakat yang akan kehilangan tempat mereka mengais rejeki, warung-warung itu diratakan, sementara di sisi lainnya beberapa unit bangunan megah yang jelas-jelas sama berdiri satu hamparan dengan warung-warung itu masih kokoh berdiri dan hanya terikat seutas tali yang bernilai lima puluh juta untuk sebuah aturan yang bernama Perda.
Penulis
IwansARTIKEL TERKAIT
MelirikPengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
MelirikSungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
MelirikInspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
MelirikWujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
MelirikMasa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum
Melirik