PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKKawal Aksi Warga dan Aktivis, H Mulyadi : Tak Ada Kata Lain Puncak Harus Diselamatkan!
    Melirik

    Kawal Aksi Warga dan Aktivis, H Mulyadi : Tak Ada Kata Lain Puncak Harus Diselamatkan!

    H.Mulyadi, Anggota Komisi V DPR RI asal Dapil Kabupaten Bogor hadir dan membubuhkan namanya dalam aksi damai pengumpulan sejuta tanda tangan yang digelar aktivis dan warga masyarakat Puncak pada Sabtu di simpang Gadog, Ciawi (10/8/2024).

    11 Agustus 2024 pukul 14.32 WIBIwans
    Bagikan:
    Kawal Aksi Warga dan Aktivis, H Mulyadi : Tak Ada Kata Lain Puncak Harus Diselamatkan!
    Kawal Aksi Warga dan Aktivis, H Mulyadi : Tak Ada Kata Lain Puncak Harus Diselamatkan!.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    CIAWI, PENAPUBLIK.COM - H.Mulyadi, Anggota Komisi V DPR RI asal Dapil Kabupaten Bogor hadir dan membubuhkan namanya dalam aksi damai pengumpulan sejuta tanda tangan yang digelar aktivis dan warga masyarakat Puncak pada Sabtu di simpang Gadog, Ciawi (10/8/2024). Diketahui sejauh ini, H. Mulyadi memang terlihat konsisten mengawal aspirasi masyarakat dan juga para aktivis di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Menurut H. Mulyadi, Aksi damai yang dilakukan warga Puncak digagas Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) dan Karukunan Wargi Puncak (KWP) adalah salah satu bentuk upaya untuk menyelamatkan Puncak dari alih fungsi lahan. "Saya tentu merasa bagian dari masyarakat Puncak untuk menyelamatkan alam Puncak. Saya kira Puncak harus betul-betul menjadi anugerah, bukan menjadi musibah di kemudian hari karena kebijakan dan orientasi pembangunan yang tidak ramah lingkungan bahkan kerja sama-kerja sama yang justru akan merusak Puncak. Jadi Puncak hari ini dan masa depan harus dijaga dan diselamatkan," tuturnya. Selain aksi seperti sekarang, Beberapa waktu yang lalu dirinya juga memfasilitasi aspirasi warga Puncak di gedung parlemen. Hal tersebut dilakukan untuk menyelesaikan segala masalah yang ada di Puncak. "Artinya harus duduk bersama stakeholder di wilayah, Pemerintah Pusat harus intervensi karena ada kaitannya dengan BUMN hingga ada kesepakatan Puncak harus diselamatkan," tegasnya. Politisi Partai Gerindra itu pun menilai bahwa wilayah Puncak harus diaudit. Karena, saat ini Puncak banyak mengalami masalah cukup serius. "Puncak harus diaudit, bukan saja soal dari kerusakan alam saja, tapi soal imigran, PKL dan kemacetan yang tak pernah berhenti terutama pada saat weekend maupun hari biasa sehingga masyarakat tersiksa. Makanya harus duduk bersama dan diaudit. Saya sebagai warga Bogor, perwakilan warga Bogor ingin terus menyuarakan itu," jelasnya. H. Mulyadi berjanji aspirasi masyarakat Puncak melalui aksi sejuta tanda tangan ini akan dibawa dan dibahas serius ke meja DPR RI. "Kita harus duduk bersama, kita identifikasi masalahnya, dan kita cari solusi agar Puncak hari ini terjaga untuk dapat diwariskan kepada anak cucu kita. Pemerintah harus hadir dan semoga perjuangan warga Puncak ini terus berlanjut dan mendapatkan hasil terbaik," imbuhnya. Ditempat yang sama, Azet Basuni, Aktivis AMBS menuturkan bahwa kerusakan kawasan Puncak saat ini sudah tidak bisa ditolerir. Dan aksi ini salah satu bentuk keprihatinan dalam upaya penyelamatan Puncak. "Bentang alam Puncak yang terdiri dari hutan dan perkebunan teh kini yang masih aman diperkirakan hanya tersisa 200 hektar saja. Selebihnya habis dibangun untuk kepentingan komersil, dalih objek wisata, dan bangunan beton vila, resort serta bangunan lainnya," ungkap Azet. Ia dan rekan-rekan aktivis lainnya berharap, melalui aksi pengumpulan sejuta tanda tangan sambil membagikan bunga kepada warga Jabodetabek yang melintas di Jalan Raya Puncak, dapat membuka mata telinga masyarakat maupun pemerintah agar tergerak hatinya untuk tidak melakukan perusakan alam di kawasan Puncak. "Aksi ini juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak tegas menertibkan bangunan-bangunan liar tanpa izin di Puncak. Pemerintah Kabupaten Bogor masih terlihat tebang pilih, seharusnya berani menghentikan KSO yang dikeluarkan PTPN terhadap pihak swasta." pungkasnya. (FIK/Redaksi)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua