Momentum Puncak Ngahiji, Ngelingan Rebo Wekasan Sebagai Warisan Budaya Kasepuhan
BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Sudah menjadi tradisi terutama kaum Nadhliyyin bahwasannya pada hari Rabu terakhir atau Rebo Wekasan di Bulan Syafar digelar dzikir dan do'a bersama sekaligus dalam rangka tolak bala'i oleh warga masyarakat dibeberapa Daerah. Seperti dikawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor,

BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Sudah menjadi tradisi terutama kaum Nadhliyyin bahwasannya pada hari Rabu terakhir atau Rebo Wekasan di Bulan Syafar digelar dzikir dan do'a bersama sekaligus dalam rangka tolak bala'i oleh warga masyarakat dibeberapa Daerah. Seperti dikawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Kegiatan silaturahmi dalam rangka Rebo Wekasan digagas paguyuban Puncak Ngahiji dengan menggandeng puluhan komunitas diantara-nya Ormas, LSM serta organisasi kepemudaan, sosial dan kemasyarakatan lainnya termasuk tokoh agama serta tokoh masyarakat. Menurut Iman Sofyan, Ketua Pelaksana kegiatan Rebo Wekasan atau sedekah kupat mengatakan bahwa dalam upaya melestarikan tradisi dan budaya leluhur serta menjaga kearifan lokal khususnya di kawasan wisata Puncak. "Ini kan langka ya, Rebo wekasan atau biasa disebut sedekah kupat adalah tradisi leluhur yang rutin dilaksanakan tiap tahun menurut cerita orangtua kita diawali oleh seorang ulama kenamaan yakni almarhum Mama Asy'ari atau lebih dikenal Mama Bakom berasal dari Ciawi. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan jangan sampai punah," ungkapnya dilokasi kegiatan.
Penulis
IwansARTIKEL TERKAIT
MelirikPengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
MelirikSungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
MelirikInspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
MelirikWujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
MelirikMasa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum
Melirik