PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKPasar Cisarua Kumuh, Ini Kata Para Aktivis Puncak
    Melirik

    Pasar Cisarua Kumuh, Ini Kata Para Aktivis Puncak

    Sengkarut permasalahan di Pasar Cisarua, tak ayal langsung mendapat sorotan dan tanggapan beragam dilontarkan oleh para aktivis Puncak yang memang sejatinya semua mewakili warga masyarakat Cisarua - Puncak

    13 Februari 2019 pukul 05.58 WIBIwans
    Bagikan:
    Pasar Cisarua Kumuh, Ini Kata Para Aktivis Puncak
    Pasar Cisarua Kumuh, Ini Kata Para Aktivis Puncak.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    Cisarua, PenaPublik.com - Sengkarut permasalahan di Pasar Cisarua, tak ayal langsung mendapat sorotan dan tanggapan beragam dilontarkan oleh para aktivis Puncak yang memang sejatinya semua mewakili warga masyarakat Cisarua - Puncak. Bukan hanya menyoroti kinerja pengelola saja, tetapi permasalahan lain seperti bangunan infrastruktur, sistem drainase, kemacetan, lahan parkir, jembatan yang sudah tertutup oleh lapak para pedagang hingga yang paling mengkhawatirkan adanya timbunan sampah yang menggunung terjadi bertahun-tahun tersebut sepertinya sudah berkarat, sehingga mendapatkan perhatian serius terutama oleh para aktivis Puncak yang berkoar-koar di WAg Puncak Ngahiji dan PMBS. Tim PenaPublik mencoba merepresentasikan beberapa kutipan tanggapan dan komentar tersebut menjadi rilisan berita dengan harapan paling tidak bisa didengar dan diakomodir suara-suara atau aspirasi dari para aktivis tersebut untuk diambil yang positifnya oleh pihak pengelola Pasar Cisarua. Menurut Mulyana Bram, warga Cibeureum salah satu aktivis Puncak mengatakan bahwa kesalahan yang sebenarnya ada di kita yaitu masyarakat yang tidak tertib, tidak disiplin, tidak taat akan aturan dan lain sebagainya. Dirinya membandingkan dengan kondisi di luar negeri menurut cerita dari temannya yang pernah tinggal disana. Menurutnya, Masyarakat disana ketika membangun rumah posisinya itu tidak menghadap dan dekat dengan Sungai atau kali karena mereka khawatir juga dengan keamanannya jika suatu saat airnya meluap, disamping itu air limbah dari rumah tangga itu dikelola dengan baik dan mereka komit menjaga kelestarian serta kearifan lokalnya sangat berbeda dengan kita. "Kalau di kita, Rumah menghadap ke Sungai/kali dan pinggiran kali sekalipun penuh resiko, limbahnya di buang ke kali, bahkan dengan mudahnya sampahpun di buang ke kali. Ini jelas karena tingkat kepekaan dan akibat kurang menjaga keamanan dirinya dengan membangun rumah pinggir sungai akhirnya hanyut terbawa banjir dan arus sungai ketika meluap," ungkapnya. Masih kata Bram sapaan akrabnya, yang lebih miris dan ini fakta dilapangan karena dirinya merupakan salah satu pengguna aliran Sungai di wilayah Cibeureum. "Kondisi itu diperparah lagi di hulu Sungai ada obyek wisata yang sewaktu-waktu limbah binatangnya dibuang ke kali sehingga jika diruntut hal tersebut diatas, kualitas air Sungai di wilayah kita sekarang sudah tidak seperti dulu lagi dengan arti kata sekarang suasananya sudah tidak seperti dulu lagi yang mana kami bisa mandi, renang bahkan mancing ikan di Sungai yang bersih dan jernih tanpa harus menelan limbah kotoran," keluhnya sambil mengenang masa lalu. Hal senada diungkapkan Iwan Meichin, warga Cisarua dan juga aktivis Puncak. Selain menyoroti masalah air Sungai yang terdapat di Pasar Cisarua dirinya menyikapi bahwa seharusnya pasar tradisional memiliki sistem pengolahan sampah mandiri. "Jadi gak perlu nunggu di angkut sama DKP, yang pada akhirnya sampah pasar tersebut terjun bebas ke kali Cisarua. Lihat seperti apa kondisi airnya hari ini? Jika dibandingkan dahulu airnya bersih masih banyak ikan-ikan bahkan sewaktu kecil suka mandi di kali tersebut, namun sekarang hanya tinggal kenangan," tuturnya.

    Tumpukan Sampah di sudut Blok D Pasar Cisarua
    Tumpukan Sampah di sudut Blok D Pasar Cisarua
    Lain halnya yang dikatakan Dudi Abdi Negara, warga Kelurahan Cisarua sama dengan aktivis lainnya menyebut dan menilai kinerja pengelola Pasar Cisarua itu buruk. "Ngurus Pasar aja ga becus, apalagi lingkup yang lebih luas. Bagaimana mau maju kalau seperti ini," ujarnya mempertanyakan. Sementara itu, Teguh Mulyana atau biasa disapa Bowie, Warga Tugu yang juga Ketua Kompepar meminta agar Pasar Cisarua harus segera di revitalisasi dan di renovasi baru kemudian dibenahi pengelolaan sampahnya. "Iya betul, setelah dibangun baru dikondisikan masalah pengelolaan sampah dan lain-lainnya. Jalin dan libatkan masyarakat yang ada di sekitar pasar Cisarua untuk bermitra, sekarang kita bebankan saja kepada Pengelola Pasar Cisarua khususnya PD. Tohaga agar segera merenovasi dan itu menjadi tugas Pak Eko beserta jajarannya." pungkas Bowie. Reporter : Taufik/Nay Editor : Taufik Hidayat

    Penulis: Iwans|Editor: —
    FeaturedINFRASTRUKTUREKONOMI
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua