PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKSoal Lahan Diluwu Timur Temui Jalan Buntu, HMI MPO : Tuntut Cabut HGU PTPN XIV
    Melirik

    Soal Lahan Diluwu Timur Temui Jalan Buntu, HMI MPO : Tuntut Cabut HGU PTPN XIV

    SULAWESI SELATAN, PENAPUBLIK.Com - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara masyarakat Desa Lumbewe, Batu putih, Jalajja dan Cendana dengan Pihak PTPN XIV di DPRD Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan tidak menemui hasil nyata. Pertemuan tersebut kemudian akan dilanjutkan kembali dengan pihak Direk

    11 April 2021 pukul 12.58 WIBIwans
    Bagikan:
    Soal Lahan Diluwu Timur Temui Jalan Buntu, HMI MPO : Tuntut Cabut HGU PTPN XIV
    Soal Lahan Diluwu Timur Temui Jalan Buntu, HMI MPO : Tuntut Cabut HGU PTPN XIV.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    SULAWESI SELATAN, PENAPUBLIK.Com - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara masyarakat Desa Lumbewe, Batu putih, Jalajja dan Cendana dengan Pihak PTPN XIV di DPRD Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan tidak menemui hasil nyata. Pertemuan tersebut kemudian akan dilanjutkan kembali dengan pihak Direksi di Jakarta. Hal tersebut menjadi kesimpulan pimpinan rapat yang di pimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur, Syarkawi A. Hamid dan 2 anggota DPRD lainnya. Hadir dalam pertemuan tersebut, Nahris, Kepala Desa Lumbewe, Abidin, Kepala Batu Putih, dan Suherman, Kepala Desa Laro. Sementara itu Andi Evan, Manajer PTPN XIV beserta staf didampingi Kuasa Hukumnya. Dalam keterangannya pihak PTPN XIV mengklaim bahwa lahan yang masuk HGU Jalajja 1 dan 2 milik PTPN di Kecamatan Burau, seluas 1448 Hektar, dan yang sudah tergarap baru 323 Hektar, PTPN berkeinginan menanami areal 100 Hektar di Desa Lumbewe. PTPN XIV telah masuk menguasai lahan sejak tahun 1982 dan HGU terbit 1997. "HGU baru keluar di tahun 1997 karena baru dianggap clean and clear," kata Andi Evan, Mewakili pihak PTPN XIV. Sementara itu Nahris, Kepala desa Lumbewe mengaku bahwa lahan yang masyarakat kelola saat ini merupakan lahan dari nenek moyang atau para leluhur diwilayahnya secara turun temurun. "Kami mengelola secara turun temurun selama puluhan tahun," terang Nahris. Dirinya meminta agar DPRD turun langsung ke lokasi melihat kondisi masyarakat, Karena menurutnya, Masyarakat sekitar masih sangat bergantung dan membutuhkan terhadap lahan tersebut. Sedangkan menurut Kuasa Hukum PTPN XIV menuturkan bahwa masyarakat yang merasa memiliki lahan tersebut agar memperlihatkan bukti buktinya. "Ya silahkan saja, Tapi harus ada kepastian hukumnya." ujar Kuasa Hukum PTPN XIV. Namun menurut Suherman, Kepala Desa Laro mengatakan bahwa saat ini mungkin kesampingkan dulu terkait dokumen dan sebagainya. Masih kata Suherman, Karena ini berkaitan dengan ruang dan hak hidup masyarakat. Dikatakannya pula, Masyarakat yang memiliki setengah hektar area tersebut merupakan sumber mata pencaharian untuk menghidupi anggota keluarganya. "Jadi kalau PTPN mengambil tanah kami, Kami mau hidup dari dimana," keluh Suherman. Nampak, Dalam rapat dengar pendapat tersebut rupanya tidak menemukan hasil yang nyata, Sehingga Pimpinan Komisi II meminta kepada pihak PTPN untuk tidak melakukan aktivitas apapun di area tersebut. "Silahkan, Sementara ini masyarakat sekitar mengelola lahan itu sampai ada hasil pertemuan dari Direksi PTPN di Jakarta," ujar Syarkawi A. Hamid. Sementara itu menurut Aldiyat Syam Husain, Direktur LBHMI menilai bahwa Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara PTPN dengan warga lumbewe yang difasilitasi DPRD Luwu Timur tidak menemukan hasil keputusan yang nyata. "Kami mendesak PTPN XIV selaku perusahaan plat merah untuk tidak lagi mengklaim tanah-tanah yang dikelola rakyat Lutim. Dan kami juga meminta kepada DPRD Lutim untuk konsisten mengawal kepentingan rakyat yang berhadapan dengan PTPN. Terakhir, kami menuntut kepada Pemerintah untuk melakukan peninjauan ulang HGU PTPN di Luwu Timur bahkan harus berani mencabutnya." tandas Aldiyat. (Redaksi).

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua