PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEDESASerba-Serbi Pilkades, Dari Pencalonan Hingga Sebuah "Balasan"
    Desa

    Serba-Serbi Pilkades, Dari Pencalonan Hingga Sebuah "Balasan"

    Ramai perbincangan tentang Kepala Desa, dimana sebagian besar Desa hendak bersama-sama menggelar pesta menentukan Pemimpin untuk periode 5 tahun kedepan, ada 273 Desa dalam Kabupaten Bogor yang kebagian jatah mengurusi pesta ini

    01 November 2019 pukul 08.51 WIBIwans
    Bagikan:
    Serba-Serbi Pilkades, Dari Pencalonan Hingga Sebuah "Balasan"
    Serba-Serbi Pilkades, Dari Pencalonan Hingga Sebuah "Balasan".
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    PenaPublik.com - Ramai perbincangan tentang Kepala Desa, dimana sebagian besar Desa hendak bersama-sama menggelar pesta menentukan Pemimpin untuk periode 5 tahun kedepan, ada 273 Desa dalam Kabupaten Bogor yang kebagian jatah mengurusi pesta ini. Dengan dibukanya secara umum dan tanpa biaya menjadikan Banyak diantaranya merangkul sosok-sosok baru para bakal calon kepala desa untuk ikut berpartisipasi berkompetisi meraih bangku nomor 1 di tingkat desa ini.

    Calon Dari Warga Luar Desa

    Bahkan upaya pencalonan diri tidak hanya muncul untuk warga penduduk lokal. dimana orang yang tinggal diluar desa pun dapat ikut serta merapatkan diri sebagai bakal calon di desa lain. Ini berlaku sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa (“Permendagri 112/2014”) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa (“Permendagri 65/2017”).

    Tahapan Seleksi

    Namun pada akhirnya pintu gerbang pencalonan yang terbuka bebas, menghantam batas maksimal jumlah calon untuk setiap desa, dimana hanya diperbolehkan maksimal 5 calon untuk nantinya berhak masuk ke tahap pemilihan langsung oleh warga. Tentunya tahap seleksi otomatis berlaku untuk setiap desa yang didapati mempunyai lebih dari 5 bakal calon, seperti yang terjadi di banyak Desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proses seleksi inilah titik hangat mulai muncul ke permukaan dan menjadi bahasan basah dari mulut ke mulut warga desa, bagaimana tidak, tahapan seleksi akan menyisihkan bakal calon yang tidak memenuhi persyaratan. Meski para calon memiliki banyak pendukung jika dalam tahapan seleksi dinyatakan tidak lolos, maka harapannya menjadi calon Kades sirna menyisakan penyesalan. Bahkan jalur hukum akan jadi pamungkas upaya mempertahankan haknya sebagai calon Kades, jika saat pencalonan mendadak terhenti karena hal yang dianggap tidak wajar, dengan berbagai dalih pengaduan, mulai dari tidak transparannya proses pelaksanaan, hingga kecurangan penyelenggarannya.

    Money Politik di Pilkades

    Baca Juga :
    • Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    • Dukung Program Pemerintah, Pemdes Ciawi Gelar Rembug Stunting

    Tapi ada hal yang lebih dan selalu menjadi bahasan menarik akan prosesi pilkades ini, tiada lain soal Money Politik atau Politik Uang. Politik Uang tentu akan selalu menjadi pencemar nama demokrasi di indonesia. Tidak ketinggalan juga pada Pilkades, sudah dipastikan akan ada saja nuansa yang sama soal penggunaan uang sebagai alat meraih kemenangan. Terlebih jika ada calon yang punya latar belakang kuat dalam sisi ini atau sering dibilang "Banyak Duit", kehadiran orang seperti ini tidak pernah lepas dari bayang-bayang pandangan orang terhadap penggunaan kekayaan untuk memenangkan pilkades.

    Petahana

    Disisi lain selain kekuatan "Duit", ada pengetahuan dan pengalaman, faktor kedua ini melekat pada "Incumbent" atau Pihak petahana, ketika seorang Petahana berupaya melanjutkan kepemimpinannya dengan ikut kembali pencalonan, maka yang dilihat adalah pengetahuan dan pengalamannya semasa menjabat sebagai Kepala Desa di periode sebelumnya. Meski banyak terjadi malah patahana berat untuk melaju, karena punya segudang rahasia penuh cibiran dari warga kepadanya, tentu itu mungkin karena selama menjabat ada yang belum dituntaskan dan janji kampanye yang belum terwujudkan.

    Koordinaor

    Sebagian besar calon kades tidak banyak yang mau blusukan secara langsung jauh sebelum hari pencoblosan, disinilah peran Koordinator atau sebutan lain yang mewakili tim kemenangan beraksi. Aksi mereka adalah mengsosialisasikan calon kades yang didukungnya dengan berbagai cara, mulai dari memasang baligho sampai dengan "mencatat" banyaknya para pendukung. Mereka para koordinator ini tidak akan bekerja sendiri, dibelakangnya ada orang-orang seperti pasukan yang siap berbuat sesuai arahan dan "bayaran".

    Pengumpulan Masa

    Yang ini erat sekali dengan Money Politik, tapi tidak selalu bersentuhan langsung. ada pula masa dengan sendirinya menyodorkan loyalitas terhadap calon yang dianggapnya pantas, selain dari faktor kekerabatan dan tali persaudaraan yang ada. Semakin banyak masa pendukung akan sangat baik terutama disaat momen kampanye disediakan panitia, minimal akan terlihat bahwa ada gelombang positif dari antusiasme mereka, karena banyaknya partisipan disaat sesi kampanye akan menjadi bahan perbandingan antara semua calon.

    Pengumpulan KTP

    Masa pendukung memang tidaklah cukup meyakinkan jika hanya sampai di sesi kampanye, permainan "koordinator" penggerak masa akan muncul disana. andai seseorang merasa senang menyumbangkan waktu dan tenaganya hanya untuk bersorak-sorak membantu calon saat berkampanye secara sukarela, tidak akan jadi masalah. Yang jadi masalah adalah, kekecewaan muncul disaat setelah semua itu selesai (Kampanye), para partisipan bahkan belum terpenuhi ekspektasinya setelah tau bahwa, keringatnya hanya terbalas baju tipis bertuliskan jargon-jargon kampanye calon kades. Lihat seberapa uniknya pengumpulan identitas ini, meski tidak terjadi di semua desa. Pengumpulan KTP/KK atau Kartu identitas juga menjadi trik untuk mendulang suara diwaktu pencoblosan nanti, mereka yang telah mengumpulkan KTP/KK kepada "Koordinator" Tim kemenangan seorang calon Kades setidaknya akan punya harapan sebuah "Balasan" setimpal manakala calon itu menang dan menjadi Kades terpilih nanti. Jika calonnya kalah, artinya pengumpulan identitas itu hanya menjadi obat pereda nyeri yang hanya dapat menahan rasa kecewa untuk sementara. Ini dia masalah terbesar sebuah desa dalam berdemokrasi, dimana sebuah suara yang berharga tergadai oleh "Balasan" yang belum tentu adanya. Penulis : Adeas

    Penulis: Iwans|Editor: —
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai ProgramDesa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Dukung Program Pemerintah, Pemdes Ciawi Gelar Rembug StuntingDesa

    Dukung Program Pemerintah, Pemdes Ciawi Gelar Rembug Stunting

    49 RT dan 11 RW di Desa Bendungan Ciawi Resmi Dilantik, Sekdes Dede : Selamat MengabdiDesa

    49 RT dan 11 RW di Desa Bendungan Ciawi Resmi Dilantik, Sekdes Dede : Selamat Mengabdi

    Lurah Cisarua Turun Gunung, Ikut Aksi Mungut Sampah Dilahan RumijaDesa

    Lurah Cisarua Turun Gunung, Ikut Aksi Mungut Sampah Dilahan Rumija

    BPD Gadog dan Pegiat Lingkungan Apresiasi Forkopimcam Megamendung Gagas Bebersih SampahDesa

    BPD Gadog dan Pegiat Lingkungan Apresiasi Forkopimcam Megamendung Gagas Bebersih Sampah

    Pasukan Orange Tugu Utara Puncak ; Lestarikan Alam Bukan Celoteh BelakaDesa

    Pasukan Orange Tugu Utara Puncak ; Lestarikan Alam Bukan Celoteh Belaka

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua