PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKTerdampak Bencana, Warga Kampung Teladan Tugu Selatan Terpaksa Ngontrak dan Berhutang
    Melirik

    Terdampak Bencana, Warga Kampung Teladan Tugu Selatan Terpaksa Ngontrak dan Berhutang

    Dampak dari bencana alam hujan disertai angin kencang pada 8 Oktober lalu di beberapa titik di kawasan wisata Puncak cukup menyisakan kepedihan dan keprihatinan bahkan ada rasa traumatik terutama bagi warga di Kampung Teladan RT 2 RW 05

    21 November 2019 pukul 02.34 WIBIwans
    Bagikan:
    Terdampak Bencana, Warga Kampung Teladan Tugu Selatan Terpaksa Ngontrak dan Berhutang
    Terdampak Bencana, Warga Kampung Teladan Tugu Selatan Terpaksa Ngontrak dan Berhutang.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    Cisarua, PenaPublik.com - Dampak dari bencana alam hujan disertai angin kencang pada 8 Oktober lalu di beberapa titik di kawasan wisata Puncak cukup menyisakan kepedihan dan keprihatinan bahkan ada rasa traumatik terutama bagi warga di Kampung Teladan RT 2 RW 05, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Betapa tidak, Sedikitnya 4 unit rumah yang terkena dampak, 2 unit rumah diantaranya mengalami kerusakan yang cukup parah. Menurut info yang didapat, baik dari pemilik rumah maupun Ketua RW setempat dan beberapa warga lainnya mengaku saat ini benar-benar sangat membutuhkan perhatian dari berbagai pihak atau kalangan terutama Pemerintah, Meskipun memang kejadian sudah satu setengah bulan berlalu. Saat tim PenaPublik turun kelokasi kejadian dengan didampingi Ketua RW 05 dan dua (2) orang Pengurus Karang Taruna Kecamatan Cisarua, Nampak terlihat sekitar 4 orang termasuk pemilik rumah sedang melakukan aktivitas perbaikan atau rehab rumah yang terdampak bencana hujan angin dan longsor serta reruntuhan pohon bambu yang ada disekitarnya. Berdasarkan data dan keterangan lewat secarik kertas diketahui pula bahwa data korban bencana alam yang terjadi pada 8 Oktober lalu sesuai identitas diri dan Kartu Keluarga (KK) yang tercatat berjumlah 4 KK masing-masing atas nama K.H Saepudin, Hadiatno, Edi Kurniadi dan Pupuh Saepudin. Ke-empatnya merupakan warga sekitar dengan alamat yang sama yakni Kampung Teladan RT 2 RW 05, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Menurut Hadiatno atau biasa disapa Ano, Salah seorang warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah terbukti bangunan rumahnya terutama bagian dapur tergerus longsor, tembok terlihat banyak mengalami keretakan dibagian kanan dan kiri-nya mengaku saat ini merasa kebingungan bahkan untuk sementara waktu Ia bersama keluarga-nya tinggal disebuah kontrakan. "Kalau pas kejadian mah ada dari pihak Desa, Babinsa, Bhabinmas, Satpol PP, Pak RT, Pak RW bersama warga datang kesini terus saya dimintai data yang dibawa oleh BPBD kemudian kurang lebih seminggu ada lagi Pak RT minta data berupa fotocopy KTP dan KK. Semenjak itu sampai sekarang belum ada kabar lagi dan tindakan lebih lanjut," kata Ano, Pada Rabu (20/11). Ano yang sehari-hari bekerja serabutan ini sangat berharap ada pihak-pihak yang mau membantu dan terketuk hati-nya untuk meringankan beban yang dipikulnya, Diakui-nya pula untuk merehab rumahnya tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit bahkan dirinya terpaksa berhutang bahan-bahan material. "Ya kejadian memang kurang lebih sudah hampir dua bulan ya, Bingung sebetulnya mau tinggal dimana?terus nyari pinjeman buat ngontrak dulu sementara karena ngeri juga kalau harus tinggal disini dan ngerehab rumahpun terpaksa saya ngutang dulu bahan materialnya. Dihitung-hitung nominalnya sekitar 15 jutaan ya untuk dua rumah yang cukup parah yaitu saya dan Pak Edi. Alhamdulillah ada pemilik matrial yang berbaik hati dan bayarnya pun bisa nyicil, Mudah-mudahan ada jalan keluar dan terbaik untuk masalah ini," tutur Ano penuh harap. Ditempat yang sama, Lukman, Ketua RW 05, Pasca kejadian pihaknya mengaku waktu itu berbarengan dengan momen Pilkades serentak. Ia menyebut bahwa yang terdampak dari kejadian tersebut berjumlah 4 unit, 2 unit rumah memang mengalami kerusakan cukup parah. "Memang saat itu momennya Pilkades, Alhamdulillah ada dari para Calon Kades yang datang kesini dan berikan bantuan donasi untuk nambah-nambahin kita kerja bakti swadaya bersama warga disini. Adapun rumah yang rusak dan cukup parah yakni rumah Kang Ano dan Kang Edi, Saya tetap kasih semangat kepada mereka dan setelah saya lapor beberapa kali ke pihak Pemdes katanya insha Allah akan ada bantuan hanya di mohon bersabar dan perlu waktu," papar Lukman. Sementara itu Rina Herlina, Pjs Kepala Desa Tugu Selatan saat ditemui diruang kerja-nya mengatakan terkait warga yang terdampak, Pihaknya sejak pasca bencana sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor. Saat ditanya perihal warga diwilayah tersebut yang terpaksa mengontrak hingga berhutang ke matrial untuk rehab rumahnya, Dengan nada diplomatis Rina menjawab akan tetap berupaya membantu. "Iya inshaa Allah kalo memang udah ada uangnya nanti kami akan tetap membantu tapi tidak semuanya kali ya, Dan besok atau hari Kamis (21/11) sekitar jam 10-an Pak Hidayat dari BPBD akan meninjau kembali ke rumah yang terdampak bencana." jelas Rina. Reporter : Taufik Hidayat

    Penulis: Iwans|Editor: —
    FeaturedSOSIAL
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua