Pertama kali, Aktivis Puncak Gelar Dialog Interaktif Bersama Caleg Bogor Selatan
Pasca Kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Kampanye Damai Pileg dan Pilpres 2019, Para penggagas dan Pendiri Forum Puncak Ngahiji langsung melakukan dialog interaktif sambil diskusi terkait isyu dan permasalahan di wilayah Bogor Selatan atau Dapil 3

Megamendung, PenaPublik.com -Pasca Kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Kampanye Damai Pileg dan Pilpres 2019, Para penggagas dan Pendiri Forum Puncak Ngahiji langsung melakukan dialog interaktif sambil diskusi terkait isyu dan permasalahan di wilayah Bogor Selatan atau Dapil 3, permasalahan di kawasan wisata Puncak yang krodit, semakin hari kemacetannya tak terbendung. Dalam dialog tersebut ada beberapa pesan moral paling tidak yang disampaikan seperti permasalahan kemacetan, one way, kemiskinan, kesenjangan sosial, infrastruktur jalan, Imigran, PKL Puncak dan lain sebagainya. Dari sekian banyak caleg yang ada di Bogor Selatan ini, nampak terlihat hanya ada 3 orang caleg yang ikut dalam forum dialog diantaranya Muhamad Muhsin Caleg DPRD Jawa Barat dari Partai Berkarya, Samsul Bahri caleg DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Nasdem dan Abdul Kholik caleg DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Demokrat. Seperti yang dikatakan Muhamad Muhsin, Caleg DPRD Jabar, Dirinya menilai dan menganggap bahwa pengaturan tata ruang di kawasan Puncak hingga saat ini tidak jelas termasuk pengaturan amdal lalin menjadi salah satu penyebab kemacetan. "Sesuai Perpres UU 114 tahun 1999 terkait Bopuncur harus di kaji dan diangkat kembali tentang tata ruang khusus, karena kalo mau jujur menyangkut lahan-lahan di kawasan Puncak sudah banyak yang hilang tanpa kita tahu dan sekarang dikuasai pengusaha. Saya akan memfasilitasi dan melibatkan warga Puncak yang harus terlibat dalam penanganan tata ruang wilayah Puncak," tutur Masbro sapaan akrabnya yang juga tergabung dalam aktivis Puncak. Oleh karena itu kata Muhsin, Pemerintah dalam hal ini tentunya harus menggandeng dan melibatkan para pemerhati lingkungan yang ada dibutuhkan juga peran aktif warga kawasan Puncak. "Kurangnya keterwakilan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari wilayah Bogor dibanding wilayah lain menjadi salah satu penyebab sehingga serapan anggaran tidak terakomodir," ujarnya.
Penulis
IwansARTIKEL TERKAIT
MelirikPengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
MelirikSungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
MelirikInspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
MelirikWujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
MelirikMasa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum
Melirik