2025 07 31 08 54 31.jpg
Read Time:2 Minute, 0 Second

MEGAMENDUNG, PENAPUBLIK.COM – Bakesbangpol Kabupaten Bogor menggelar kegiatan workshop “Pencegahan Dampak Negatif Keberadaan Imigran di Daerah”.

Kegiatan digelar melibatkan pengurus RT/RW, Staf Desa, penyedia penginapan dan hotel sebagai peserta mewakili wilayah Cisarua dan Megamendung dilaksanakan selama 2 hari bertempat di Hotel Accram, Jalan Raya Puncak KM 75 nomor 100, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Rabu (30/7/2025).

Menurut Muhamad Apendi.S,Sos, Sub Koordinator Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Inteljen pada Kesbangpol Kabupaten Bogor mengatakan bahwa kegiatan membahas terkait dampak negatif dari keberadaan imigran diwilayah Kabupaten Bogor terutama dikawasan Puncak Cisarua dan Megamendung.

Kesbangpol Kabupaten Bogor kata Apendi, menjadi fasilitator sekaligus bisa mendeteksi secara dini adanya permasalahan yang ada diwilayah termasuk keberadaan imigran dengan latar belakang budaya dan kultur yang beraneka ragam sangat berbeda dengan kultur dan budaya yang ada di Indonesia.

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Dampak Negatif Keberadaan Imigran di Daerah.

“Iya mereka kan datang dari Afganistan, Pakistan dan negara yang lainnya dimana mereka sedang mengalami sebuah konflik, Meskipun mungkin diantaranya tidak ada yang berkonflik lagi akan tetapi mereka sudah terlanjur. Untuk antisipasi itu ada beberapa hal yang kami seperti bagaimana seorang imigran jika datang ke Puncak itu dapat memahami budaya dan kultur yang ada diwilayah Puncak,” paparnya.

Adapun para peserta dalam kegiatan tersebut masih kata Apendi melibatkan pengurus RT/RW, Staf Desa, Penyedia penginapan dan hotel serta stakeholder lainnya.

“Narasumber atau pemateri dalam kegiatan tersebut kami hadirkan selain dari Kementerian Dalam Negeri juga instansi dan lembaga profesional yang kompeten dibidangnya seperti UNHCR ada juga beberapa perwakilan LSM dibawah naungan PBB yang berfungsi memantau tentang keberadaan imigran diwilayah Kabupaten Bogor. Hadir juga narasumber dari Provinsi dan dari Kabupaten seperti Polres, Kodim serta instansi lainnya,” kata Apendi.

Pihaknya berharap para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat memahami dan melakukan sosialisasi serta edukasi jika diwilayahnya terdapat pengungsi imigran.

“Iya dikegiatan sebelumnya, kami berupaya mensosialisasikan kepada pengurus RT maupun RW terkait regulasi-regulasi yang berlaku dari narasumber yang mempunyai kapasitas dalam penanganan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Ari, Salah seorang peserta mengaku senang saat mendapatkan undangan dan bisa terlibat dalam kegiatan tersebut terlebih lagi dilingkungannya Ia didapuk sebagai Ketua RT di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua.

“Selain silaturahmi dengan rekan-rekan lainnya dari wilayah yang berbeda juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta pengalaman buat saya. Diwilayah saya jika ada warga yang memiliki kontrakan kami telah sepakat agar tidak menyewakan pada pengungsi atau imigran.” tandasnya. (Fik/Redaksi).