Camat-Adi-Monev-Samisade-Bendungan-Kades-Ading-Singgung-Tenaga-Ahli-dan-TPK-1.jpg
Read Time:2 Minute, 7 Second

CIAWI, PENAPUBLIK.COM – Adi Henryana Camat Ciawi didampingi staf Ekbang Kecamatan, Kepala Desa Bendungan, TPK, Kadus dan staf Desa, Melakukan kunjungan kelokasi pengerjaan infrastruktur Samisade yakni pembangunan TPT (Turap Penahan Tanah) diwilayah Kampung Bendungan RT 1 RW 03, Pada Senin siang (10/1/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka dan upaya monitoring sejak launching pertama sekaligus melihat perkembangan serta tahapan yang dilakukan Pemerintah Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor terkait program Satu Milyar Satu Desa (Samisade).

“Iya kita lihat juga perkembangannya sudah sejauh mana hasil pengerjaan samisade tahap kedua ini. Karena waktunya sangat terbatas jadi harus mendapat dukungan semua pihak terutama para Kepala Desa, TPK dan unsur lainnya harus mampu menyelesaikan pengerjaan sesuai dengan aturan yang ditetapkan DPMD,” papar Adi saat dijumpai dilokasi kegiatan.

Adi menambahkan, Kegiatan monitoring dan evaluasi untuk Samisade tahun 2021 itu secara keseluruhan masing-masing Desa sudah dilakukan termasuk tahapan pencairan anggarannya.

“Alhamdulillah sudah dilakukan monev, Sementara untuk yang tahun 2022 itu masih dalam proses termasuk untuk usulan tahun 2023 juga ya,” terangnya.

Saat disinggung pembangunan TPT di Desa Bendungan, Mantan Sekdis DPMD tersebut mengaku kagum sekaligus bangga apa yang telah diupayakan oleh Pemdes.

Bahkan kata dia, Jika melihat secara langsung pembangunan TPT diwilayah tersebut ketinggiannya hingga mencapai 20 meter lebih.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat khususnya bagi warga masyarakat yang sering melewati jalan disini apalagi kedepannya bisa menembus jalan penghubung antara 1 RT ke RT lainnya dan ini sangat luar biasa TPT-nya,” puji Adi.

Ditempat yang sama H. M Ading Suherman, Kepala Desa Bendungan mengatakan bahwa meskipun waktunya sangat terbatas akan tetapi pihaknya bersama para TPK serta unsur lainnya berupaya menjaga komitmen dalam proses pengerjaannya hingga selesai sesuai aturan dan ketetapannya.

“Iya kita harus konsekuen dengan apa yang kita perbuat terlebih program samisade ini manfaatnya untuk banyak warga meskipun waktunya sangat terbatas. Saya himbau agar TPK bekerja semaksimal mungkin agar hasilnya sesuai yang diharapkan,” tandasnya.

Lanjutnya kata Ading, Pengerjaan proyek TPT melibatkan puluhan orang warga bahkan dikerjakan siang dan malam secara bergantian demi hasil yang memuaskan.

“Jumlahnya 50 orang dibagi dua masing-masing 25 orang masuk siang dan 25 orang lagi untuk malam bahkan kadang-kadang kita gabung semuanya sebagai bukti bahwa kami serius dan pegang komitmen dalam pengerjaan samisade ini,” ujarnya.

Menurut Ading, Para pekerja disekitar lokasi TPT melibatkan warga Bendungan, Sementara dari luar hanya sebatas tenaga ahli.

“Karena walau bagaimanapun tanpa tenaga ahli pengerjaan akan menjadi bingung, Kalau warga mah takut atau khawatirnya asal-asalan. Dan jika waktu pengerjaan tidak mencapai target, Maka kita tinggal koordinasi dengan pihak terkait ya karena kita sudah mengupayakan.” pungkasnya menutup pembicaraan. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.