PenaPublik_20221021130956.jpg
Read Time:1 Minute, 51 Second

MEGAMENDUNG, PENAPUBLIK.COM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa yang selanjutnya disebut Musrenbang Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa untuk menetapkan prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan Desa yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, Swadaya masyarakat Desa, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten.

Pemerintah Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk tahun 2023 yang akan datang. Kegiatan digelar diruang Aula Kantor Desa diikuti dan dihadiri Sekcam, Kasi Ekbang, Kepala Desa beserta perangkat, BPD, Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinmas, Linmas, RT/RW, elemen masyarakat lainnya termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat pada Rabu (19/10/2022).

“Ya sesuai yang tadi di musyawarahkan rencana di tahun 2023 nanti ada beberapa prioritas diantaranya Jalan Lingkungan disemua titik wilayah, Bak sampah sekaligus pengelolaannya di 5 RW, dan pembangunan MCK di 5 RW disetiap RT ada 2 MCK jadi kurang lebih 10 titik. Semoga rencana itu terealisasi dengan baik,” tutur Dedi biasa disapa Doran, Ketua LPM Desa Sukakarya seusai kegiatan Musrenbangdes.

Karena dua tahun belakangan ini terjadi pandemi covid-19 sehingga kata Doran hal tersebut berdampak kepada pembangunan infrastruktur yang sudah direncanakan di tahun sebelumnya.

“Sarana MCK masih dibutuhkan oleh warga kami di Desa Sukakarya ini,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Juhdi Buldani, Ketua BPD Sukakarya, Pihaknya mengaku meskipun ditahun 2023 yang akan datang masih ada penanganan covid berupa BLT dari Dana Desa, Namun demikian potensi pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan atau program lainnya termasuk bidang pendidikan harus terakomodir untuk kepentingan masyarakat Desa.

“Kita berharap Pemerintah Desa Sukakarya khususnya harus berupaya mengakomodir dan meningkatkan kinerja demi kesinambungan program baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi juga Kabupaten untuk kepentingan warga masyarakat. Kami akan kawal semuanya itu,” tegas Juhdi.

Tak kalah menarik masih kata Juhdi, Program pemberdayaan peningkatan kapasitas masyarakat seperti Desa Digital akan menjadi salah satu upaya terobosan inovatif untuk membangun sebuah Desa menjadi Desa yang mandiri dan memiliki integritas pelayanan administrasi kependudukan berbasis IT.

“Langkah seperti itu juga akan kami dukung, Desa Sukakarya harus berani tampil beda, inovatif dan kreatif. Tentu dengan tidak melupakan program yang sudah direncanakan sebelumnya seperti infrastruktur jaling, MCK dan pengelolaan sampah terpadu. Mudah-mudahan terwujud dan memiliki komitmen bersama semua unsur tanpa kecuali.” pungkasnya penuh ekspektasi. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *