Cerita Taman Dijalur Wisata Puncak Nampak Terlihat Kumuh Dan Bau Sampah 1.jpg
Read Time:1 Minute, 23 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – Taman yang berada tepat disamping area Masjid Jami Albarokah Cisarua bekas Pos Polisi PJR, Sejatinya dibuat untuk memperindah suasana, Namun sepertinya lain dulu lain sekarang.

Nampak terlihat tumpukan barang pedagang hingga sampah yang berserakan yang berada di taman pasar Cisarua Jalan Raya Puncak itu dikritisi sejumlah LSM, Pasalnya sudah sangat menganggu pemandangan bagi masyarakat sekitar terutama pengguna jalan.

Menurut Yayat atau biasa disapa Berod saat dirinya melihat suasana Taman mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah terjadi cukup lama dan berdampak pada rusaknya Taman yang ada di bagian depan halaman pasar Cisarua.

“Betul tempat itu tidak lagi digunakan sama Polisi PJR terbengkalai sebaiknya diperluas taman saja daripada dijadikan tempat sampah serta tumpukan barang bekas,” tukasnya.

Tumpukan Barang Dagangan Mulai Memenuhi Lahan Taman Dipusat Keramaian Cisarua.

Menurutnya, Taman tersebut sebagai fasilitas umum yang dibangun Pemda untuk dijaga dan dirawat.

Ia meminta masyarakat sekitar untuk memiliki kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan dan Taman tidak dijadikan tumpukan barang dagangan.

“Iya, seharusnya bersama-sama memelihara keindahan dan keasrian lingkungan bukan dibiarkan seperti itu,” ungkapnya.

Lanjut dia, dimaksudkan Taman itu agar dapat meningkatkan tampilan estetika dan terlihat indah.

“Namun ternyata keberadaannya belum dapat bermanfaat sesuai fungsi juga peruntukannya,” ucap Yayat.

Kepedulian para pedagang maupun masyarakat terhadap keberadaan Taman masih terbilang rendah sehingga nampak taman tersebut menjadi tempat penyimpanan barang dagangan serta dibiarkan sampah yang dibuang dilokasi tersebut.

“Iya didepan muka Pasar Cisarua itu menjadi kumuh dan kotor pasalnya yang dilakukan oleh oknum pedagang. Lihat saja tumpukan barang yang berada di taman Pasar Cisarua Jalan Raya Puncak itu sudah sangat menganggu pemandangan masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Ini menjadi tanggung jawab semua pihak terutama warga sekitar.” pungkasnya. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 10 =