Bedah-Buku-di-Kampus-IUQI-Bogor-Dr.-Saiful-Falah-Tulisan-Adalah-Suluh-Peradaban-Dimasa-Depan.jpg
Read Time:1 Minute, 54 Second

Bogor, PenaPublik.com – Dalam rangka Milad Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor yang ke-5, Perpustakaan Keliling (Pusling) menggelar acara Bedah Buku yang berjudul “Menggapai Kesalehan Sosial” buah karya Dr. H. Basri Tanjung, MA. Rektor IUQI yang juga seorang penulis kenamaan yakni Dr. Saiful Falah. M.Pd.I, yang membuka kegiatan tersebut, Pada Rabu (13/1/2021).

Buku berjudul “Menggapai Kesalehan Sosial” merupakan kumpulan tulisan yang terbit selama tahun 2018. Sebagian besar isi dan tema-nya sangat berkaitan erat dengan kondisi sosial yang terjadi ketika itu.

Menurut Saiful, Rektor IUQI selain memberikan motivasi dan pemantik semangat, Dalam sambutannya dirinya mengatakan bahwa tulisan adalah suluh peradaban dimasa mendatang.

Masih kata Saiful, Melalui pena sang penulis bisa menggerakkan seseorang atau misalnya seorang petani tua menanam benih disebabkan adanya kesadaran bahwa buah yang dinikmatinya adalah hasil tanaman orang sebelumnya.

“Maka, sepatutnya lah ketika ia menanam untuk dinikmati oleh orang sesudahnya. Seperti itulah kita sebagai seorang manusia yang bisa saling mengisi demi terciptanya peradaban yang lebih baik,” ucapnya.

Jadi, Selain sebagai kritik sosial dan respon dari akademisi, Terkandung banyak pesan moral didalam buku tersebut.

“Termasuk upaya menguatkan pendidikan adab atau karakter dalam keluarga dan nasihat-nasihat yang disampaikan kepada siapa saja yang hendak belajar menulis dengan berbagai teknis penulisan,” terangnya.

Ia menambahkan, Kegiatan membaca itu banyak bentuk dan jenisnya, tetapi secara sederhana bisa dibagi menjadi dua, yakni “membaca dalam” dan “membaca banyak”. Orang yang membaca dalam, akan menambah keahlian dalam sebuah permasalahan.
Sementara orang yang membaca banyak, akan menambah wawasan dalam melihat persoalan.

Itulah yang dipahami semangat literasi dari Al-Qur’an, Surat al-‘Alaq ayat 1-5, ayat pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Tulis apa yang dibaca dan bacalah apa yang hendak ditulis. Sebab, kita tidak bisa menulis jika belum membaca. Dan, percuma juga membaca tetapi tidak ditulis, sebab ia akan hilang begitu saja, bagai binatang buruan yang lepas dari ikatan,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Mahendra, Ketua pelaksana bedah buku dan Ulul Azmi, Ketua Perpustakaan Keliling (Pusling) mengucapkan bayak terima kasih kepada semua pihak khususnya IUQI dan para sponsor yang sudah ikut berpartisipasi serta berkontribusi dalam mensukseskan acara tersebut.

“Kami senang dengan kegiatan seperti ini untuk menambah ilmu dan wawasan positif, insya Allah program perpustakaan keliling akan terus konsisten dengan literasi demi mengabdi untuk Negeri.” tandas Ulul Azmi diamini Mahendra. (Fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *