Innalillahi...Puncak-Kembali-Berduka-Ulama-Kharismatik-Mama-Baru-Tegal-Wafat-1.jpg
Read Time:1 Minute, 49 Second

Cisarua, PenaPublik.com – “Innalillahi wainna Ilaihi rojiuun, Telah meninggal dunia Mama Baru Tegal Cibeureum tadi sekitar pukul 20.30 WIB,” tersiar kabar awal yang beredar di sosial media Whatsapp Grup Puncak Ngahiji sekitar pukul 21.00 WIB pada Rabu malam (09/09/2020). Benar saja demikian, Saat tim PenaPublik tiba dilokasi, Puluhan bahkan ratusan orang warga termasuk para Habaib dari berbagai pelosok wilayah berdatangan dan memadati area untuk melayat Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mujabin.

Belum lama kepergian seorang Tokoh Agama tepatnya di Desa Batulayang beberapa waktu lalu, Kini berita duka cita menghampiri kembali, Salah satu panutan warga dan ulama kharismatik berpengaruh di seantero kawasan Puncak yang wafat untuk selama-lama-nya yakni AA Haji Arif Ad-Damhuri bin Mama Damhuri atau biasa disapa Mama Baru Tegal Cibeureum dalam usia 86 tahun.

Menurut informasi yang didapat dari salah seorang tokoh masyarakat, Ustad Engkos Kosasih, Ia mengatakan bahwa almarhum sebelumnya memang diketahui mengalami sakit yang cukup lama dan wafat dikediamannya di Kampung Baru Tegal, RT 2 RW 08, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Suasana Dirumah Duka Almarhum Mama Baru Tegal Ciberem

“Iya betul, tadi meninggalnya sekitar pukul 20.30 WIB dirumahnya, sakitnya cukup lama bahkan pernah juga dirawat di Rumah Sakit,” tuturnya pada Rabu malam (9/09).

Bagi Ustad Engkos dan warga sekitar, Ia menuturkan semasa hidupnya, Almarhum itu seorang sosok atau pigur yang pantas menjadi suri tauladan bagi siapapun termasuk dirinya.

“Sikap dan sifat tawadhu’nya serta akhlaq atau perangainya mesti kita tiru terutama bagi para santrinya. Bahkan yang patut kita contoh itu meskipun dalam kondisi sakit, Beliau selalu semangat sambil membawa alat bantu oxygen disaat memberikan ilmu agama,” terangnya.

Saat ditanya apakah benar menjelang sakaratul maut almarhum secara terus menerus memegang tasbih kesayangnya, Ustad Kosasih membenarkan bahkan almarhum selalu bertanya waktu sholat.

“Subhanalloh, yang selalu ditanyakan oleh beliau itu waktu sholat dan disaat sakaratul maut alhamdulillah banyak sekali disaksikan oleh keluarga,anak,cucu,cicit serta santri-santri almarhum. Sebelum meninggalpun beliau ingin berziarah dulu ke Pasir Angin yakni ke Makam Mbah Arya. Semoga almarhum husnul khotimah dan ada dalam Syurga-Nya Allah SWT, Aamiiin YRA.” pungkasnya penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, Para pelayat masih berdatangan kerumah duka.

Reporter : Taufik/Iwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.