Korban-Tewas-Disungai-Angkona-Keluarga-Satrio-Tunggu-Hasil-Visum.jpg
Read Time:2 Minute, 4 Second

LUWU TIMUR, PENAPUBLIK.COM – Pihak keluarga Satrio, korban tewas yang ditemukan di Sungai Angkona, sudah berulang kali menanyakan kepada pihak Kepolisian Resor Luwu Timur agar dapat melihat hasil visum Satrio. Namun Polres setempat tak kunjung memberikan hasil visum tersebut.

“Keluarga korban sudah berulang kali menanyakan hasil visum Satrio kepada Polres Luwu Timur, hanya saja sampai saat ini belum juga diberikan. Hal uniknya, Diduga ada oknum penyidik Polres Luwu Timur yang mencoba memeras keluarga korban dengan meminta biaya otopsi yang dibebankan kepada keluarga korban,” ungkap Aldiyat, Direktur LBHMI PB HMI.

Ia menambahkan, Terkait hasil visum tersebut merupakan kewenangan kepolisian dalam proses penyelidikan.

“Akan tetapi untuk keterbukaan informasi mengenai itu keluarga berhak mengakses hasil visum tersebut dan itu seharusnya sah-sah aja,” ujarnya.

Aktivis HMI tersebut menilai bahwa hasil visum tersebut akan memperjelas penyebab kematian Satrio serta mencegah spekukasi di masyarakat mengenai kematian Satrio.

Hal senada dikatakan Ardiansyah Mualla, yang turut mendampingi keluarga korban, Dirinya mengaku dari awal kasus kematian Satrio ditangani Polres Lutim terkesan sangat lamban.

“Ketika kami keluarga ingin mengetahui sudah sampai sejauh mana kepolisian bekerja mengungkap kasus kematian ini juga terkesan tertutup padahal ini yang minta keluarga,” kata Ardiansyah.

Pihaknya mempertanyakan kinerja dari penyidik Polres Luwu Timur, sebab salah seorang oknum penyidik kepolisian yang menangani kasus kematian tersebut secara terang-terangan meminta biaya otopsi yang dibebankan kepada keluarga yaitu ayah dari almarhum Satrio.

“Setelah berembuk dengan keluarga, kami langsung mendatangi Polres Lutim untuk mencari tahu kejelasan kasus kematian ini dan sekaligus melaporkan oknum polisi yang meminta biaya otopsi ke Propam Polres Lutim untuk di proses,” jelas Ardi.

Sementara itu Idrus, Juru bicara pihak keluarga korban mengungkapkan Pertemuan di Markas Kepolisian Resor Luwu Timur antara keluarga dan jajaran Polres Lutim yang dihadiri Wakapolres, Kasat reskrim dan penyidik.

“Iya, Sama sekali belum menemui kejelasan yang diharapkan terkait kasus kematian adik kami Satrio. Di sela-sela pertemuan tersebut bahkan ada penyidik yang pergi meninggalkan ruangan sebelum pertemuan ditutup,” paparnya.

Penilaian keluarga terhadap Polres Luwu Timur yang mengatakan hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang membuat keluarga sangat terpukul.

“Kami sendiri melihat langsung evakuasi jenazah di bagian wajah dan badan terlihat jelas luka lebam, dibagian kepala mengeluarkan darah. Apakah masih dapat kita katakan tidak ada kekerasan. Itulah alasan keluarga ingin mendapatkan hasil visum yang asli,” sambungnya.

Pihak keluarga korban berharap Polres Luwu Timur lebih menjaga profesional-integritas.

“Kami berharap pihak Polres Lutim harus mampu menjelaskan setiap pertanyaan keluarga korban serta terbuka kepada keluarga korban guna pengembangan kasus kematian ini.” tandas Aldiyat Syam Husein. (Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.