Presiden-Jokowi-Resmikan-Bendungan-Tugu-dan-Bendungan-Gongseng-di-Jawa-Timur.jpg
Read Time:1 Minute, 47 Second

JAWA TIMUR, PENAPUBLIK.COM – Presiden Joko Widodo mengawali kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur dengan meresmikan Bendungan Tugu yang terletak di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Gongseng yang terletak di Kabupaten Bojonegoro secara sekaligus. Acara peresmian digelar di Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, pada Selasa (30/11/2021).

“Pagi hari ini alhamdulillah kita mendapatkan tambahan dua bendungan besar lagi di Provinsi Jawa Timur yakni Bendungan Gongseng di Bojonegoro dan juga Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek. Keduanya telah siap untuk dimanfaatkan dalam rangka ketahanan pangan kita,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Bendungan Tugu yang memiliki kapasitas tampung hingga 12 juta meter kubik dibangun dengan biaya Rp 1,69 triliun dan diharapkan akan memberikan manfaat irigasi seluas 1.250 hektare. Selain itu, Bendungan Tugu juga bermanfaat bagi penyediaan air baku 12 liter per detik bagi 17.280 masyarakat di Trenggalek, potensi listrik sebanyak 0,4 megawatt, hingga reduksi banjir sebanyak 25 persen dari luas genangan terdampak.

Sementara itu, Bendungan Gongseng yang dibangun pada 2013 – 2021 memiliki daya tampung 22 juta meter kubik dengan luas genangan 390,6 hektare dan diharapkan bisa mengairi lahan seluas 6.200 hektare. Selain itu, Bendungan Gongseng juga memiliki manfaat penyediaan air baku 300 liter per detik bagi 120.000 jiwa, dan reduksi banjir hingga 45 persen.

“Kita harapkan dengan tambahan dua bendungan ini aktivitas pertanian masyarakat akan makin meningkat, petani makin produktif, lebih sering bisa menanam dan panen sehingga kita harapkan pendapatannya meningkat,” tandas Presiden.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jarot Widyoko, menyampaikan bahwa manfaat irigasi dari Bendungan Tugu diharapkan bisa meningkatkan intensifikasi pertanian dari 160 persen menjadi 270 persen. Adapun manfaat irigasi dari Bendungan Gongseng bisa meningkatkan intensifikasi pertanian dari 197 persen menjadi 268 persen.

“Misalnya tadi padi-palawija-palawija, bisa menjadi padi-padi-palawija. Malah kemarin Ibu Bupati bisa menyampaikan bahwa ini peningkatan yang sangat signifikan sehingga dari 190-an menjadi 268 (persen),” ungkap Jarot.

Turut mendampingi Presiden dalam acara peresmian tersebut yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.

Laporan dikutip : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.