Saling-Lempar-Masalah-Sampah-Aktivis-PEPELING-Niscaya-Tak-Akan-Selesai.jpg
Read Time:2 Minute, 14 Second

BOGOR, PENAPUBLIK.COM – Fenomena sampah seolah belum menemukan solusi yang tepat, masih banyak sampah-sampah liar terjadi disetiap titik wilayah. Salah satunya di Kampung Nyalindung, RT 04 RW 08, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Pantauan di lapangan, Nampak terlihat sampah-sampah liar berserakan di salah satu kebun milik warga. Parahnya lagi, sampah-sampah tersebut bukan hanya berserakan di kebun warga, melainkan berserakan di Kali yang lokasinya berada tepat di bawah kebun tersebut.

Menurut Erik, Salah seorang pegawai bengkel motor, Mengatakan sampah-sampah liar yang lokasinya tidak jauh dengan tempat kerjanya itu sudah terjadi lama, sudah tahunan.

Menurutnya, dulu lokasi itu hanya kebun dan tidak ada tumpukan sampah. Namun, seiring berjalannya waktu banyak orang dari mana-mana membuang sampah ke lokasi tersebut.

Sampah Liar Seperti ini Bisa Menimbulkan Bencana.

“Jadi yang ngebuang sampah ke situ dari mana-mana, misalnya orang lewat, orang yang bawa motor terus ngebuang sampahnnya ke situ. Udah lama itu, udah tahunan,” terangnya.

Ia mengaku risih dengan adanya sampah-sampah tersebut. Sebab, selain mengundang bau tak sedap, adanya sampah itu pun mengundang banyak nyamuk.

“Saya sih bukan asli warga sini, tempat usaha aja yang di sini. Tapi dengan adanya sampah itu, saya terganggu, banyak nyamuk, terus bau juga,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Hendi Haerudin, Kepala Desa Sukamantri mengatakan, lokasi yang kini terdapat sampah liar itu berada di perbatasan antara Desa Sukamantri Kabupaten Bogor dengan Kelurahan Mulyaharja Kota Bogor. Untuk itu, pihaknya terlebih dulu akan koordinasi atau komunikasi dengan Lurah Mulyaharja.

“Terima kasih informasinya, saya perlu sampaikan bahwa kali yang terdapat sampah liar itu masuk wilayah Kota, sementara untuk tanahnya (kebun) masuk wilayah Desa Sukamantri. Jadi nanti saya akan koordinasi dengan Lurah Mulyaharja, kemudian koordinasi juga dengan yang punya lahan (tanah) dan pengurus,” jelas Hendi.

Di singgung soal sampah tersebut sudah bertahun-tahun seperti itu, kata Kades yang akrab disapa Daweng ini jangan berbicara bertahun-tahun, karena dirinya mengaku baru menjabat selama satu tahun.

“Ga usah bicara bertahun-tahun, saya baru satu tahun menjabat Kades,” ucapnya.

Sementara Lurah Mulyaharja, Indra Permana mengatakan, bahwa sampah liar tersebut lokasinya berada di Kabupaten Bogor. Kendati demikian, pihaknya akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan juga Kades setempat.

“Lokasi masuknya Kabupaten, tapi nanti saya koordinasi dengan DLH dan Kades,” tandasnya.

Melihat fenomena sampah liar yang berserakan seperti itu disikapi oleh Iwan, Salah seorang aktivis Penggiat Pelestari Lingkungan (Pepeling) Bogor Raya. Ia mengatakan seharusnya jika melihat kondisi seperti itu tidak harus saling lempar, Akan tetapi sesegera mungkin dilakukan penanganan yang tepat dan optimal.

“Masalah sampah menjadi tanggung-jawab bersama dan mencari solusi terbaik demi lingkungan, Mestinya tidak saling lempar apakah itu lahan masuk wilayah Kabupaten atau Kota. Ambil sikap dan tangani sesegera mungkin.” pungkasnya. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.