2026 05 12 16 18
Read Time:1 Minute, 26 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM– Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisarua-Ciliwung nampak tercemar, airnya terlihat sangat keruh berwarna coklat pekat dibeberapa titik wilayah. Hal tersebut ramai diperbincangkan di WhatsGrup Forum Komunikasi RT RW Desa Citeko pada Selasa (12/5/2026).

Diketahui aliran air dari hulu Sungai tersebut melintasi Desa Cibeureum, Citeko, Kopo Kecamatan Cisarua hingga Gadog Kecamatan Megamendung bahkan sampai ke Jakarta.

“Hampir dua minggu lebih warga kami dan Ketua BPD berkirim surat terkait pencemaran air sungai Cisarua bahkan mendatangi lokasi yang katanya akan dibangun hotel diwilayah Desa Cibeureum namun belum ada tanggapan sampai saat ini,” keluh Iing, Ketua RW 03 Desa Citeko, Kecamatan Cisarua.

1000856371
Sungai Cisarua Tercemar Diduga Akibat Aktivitas Cut and Fill PT Diwilayah Cibeureum.

Bahkan kata dia, Beberapa pekan sebelumnya warga diwilayah RT 02 RW 03 yang awalnya mempertanyakan kondisi air Sungai yang tiba-tiba berwarna coklat pekat.

“Iya diawali RT 02 warganya Pak RT Ali yang akan bergerak kelokasi aktivitas cut and fill (gali dan urug), Namun Ketua BPD menyarankan gak usah rame-rame biar saya aja yang kesana. Sementara surat dari Pemerintah Desa Citeko dilayangkan untuk PT Jakarta Estate Development diantar langsung oleh Pak RT Hafid Kasim, Ali Alamsyah didampingi Ketua BPD Pak Ahmad Ghozali,” tuturnya.

Disisi yang lain aliran Sungai Cisarua tersebut dimanfaatkan oleh ratusan warga masyarakat yang teraliri untuk berbagai keperluan rumah tangga, MCK termasuk peribadahan terutama diwilayah RT 2 RW 02, RT 3 RW 03 dan RT 3 RW 01 Desa Citeko.

“Sementara Desa Kopo juga terdampak dari pencemaran air Sungai akibat aktivitas cut and fill dari proyek PT. Jakarta Estate Development diwilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor,” ujar Jipeng warga Desa Kopo.

Diketahui, Pemerintah Desa Citeko melayangkan surat teguran kepada PT tersebut pada 20 April yang lalu. (Redaksi).