Wisatawan-Puncak-Tidak-Patuhi-1.jpg
Read Time:1 Minute, 59 Second

Ciawi, PenaPublik.com – Rapid Test dan Swab yang digelar oleh gabungan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu (20-21 Juni) di kawasan wisata Puncak, Sedia-nya kegiatan tersebut dipusatkan di empat titik pengetesan yaitu Pos Gadog bertempat di halaman Masjid Harakatul Jannah, Kawasan Agrowisata Gunung Mas, Masjid Atta’awun dan Taman Wisata Matahari.

Menurut Mike Kaltarina, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor saat ditemui awak media mengatakan kegiatan ini guna memutus mata rantai covid-19 bekerjasama dengan Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat.

“Rapid test dan Swab ini sudah mulai masuk area seperti di Pasar dan fasilitas umum lainnya karena itu merupakan rangkaian kegiatan kita,” terangnya.

Mulyadi,Kadisbudpar Saat Operasi Gabungan Gugus Tugas Covid-19 Di Pos Gadog

Masih kata Mike, Lanjutnya Ia menambahkan terkait perkembangan rapid test dan swab yang dilakukan dijalur Puncak yang diketahui sebagai Kota Pariwisata favorit di Kabupaten Bogor mengaku beberapa tempat-tempat wisata melalui intruksi Bupati Bogor mereka semua melakukan deteksi dini seperti kemarin di Taman Safari Indonesia (TSI) menggelar rapid test dan swab.

“Jadi saya rasa mereka sudah melakukan protokol kesehatan sesuai dengan intruksi Bupati Bogor Nomor 35 tahun 2020,” jelasnya pada Sabtu (20/6).

Ditempat yang sama Mulyadi, S.Sos, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor mengatakan untuk Hotel-hotel dan tempat wisata yang ada di kawasan Puncak, Pihaknya terus memonitoring dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

“Monitoring itu kan targetnya adalah melihat pemahaman mereka terhadap protokol covid-19 yang mana mayoritas mereka sudah melakukan tinggal beberapa koreksi-koreksi saja itu dijadikan bahan evaluasi nanti di rapat Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor untuk meneruskan di fase penyempurnaan. Dan secara umum mereka itu sudah masuk dalam protokol kesehatan,” papar Mulyadi yang lebih familiar disapa Bapak Someah di Bumi Tegar Beriman.

Saat disinggung jika ada yang melanggar aturan dari para pelaku pariwisata, Ia menerangkan lebih lanjut untuk soal itu yang mengambil tindakannya ada Tim Khusus.

“Kalau di tempat wisata ya tentu ada resiko tapi bukan kami tim-nya, Nanti ada tim khusus yang ambil tindakannya. Kami hanya mendisiplinkan mereka dan juga mendisiplinkan costumer atau tamu yang masuk. Kalo mereka tidak memenuhi standart protokol covid-19 seperti tidak memakai masker itu semua dipersilahkan kembali atau pulang lagi. Protokol kesehatan itu sama untuk semua seperti anjuran memakai pengukur suhu tubuh atau termo gun, hand sanitizer dan tidak berkerumun.” pungkasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.