Pemdes Citeko Adakan Sosialisasi Bagi Kader PKK_2PenaPublik
Read Time:1 Minute, 53 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama, Kejadian tersebut pada umumnya disebabkan karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Dalam pemaknaan lainnya Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Sementara menurut sumber dari Kemenkes Republik Indonesia, Balita pendek atau stunting bisa diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasil pengukurannya ini berada pada kisaran di bawah normal.

“Seorang anak termasuk dalam stunting atau tidak ini tergantung dari hasil pengukuran tersebut. Jadi tidak bisa hanya dikira-kira atau ditebak saja tanpa pengukuran,” kutipan sumber Kemenkes RI.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Desa Citeko, Kecamatan Cisarua menggelar sosialisasi dan pembinaan percepatan pencegahan dini terhadap gejala dan penanganan stunting. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kader Posyandu, terlebih para kader itu secara langsung bersinggungan dengan warga masyarakat, Bertempat diruang Aula Kantor Desa Citeko, Pada Rabu (16/10).

Menurut Firmansah, Sekdes Citeko, Pihaknya mengatakan bahwa kegiatan ini sesuai intruksi dari Kementerian Desa dan Kemenkes RI bahwa setiap Desa itu harus mengadakan atau pencegahan dini terhadap stunting.

“Kegiatan ini hanya sehari, Sebagai Narasumber dari Bidan Desa dan Tenaga Ahli dari Kabupaten Bogor yakni Pak Sengki. Adapun materi yang disajikan terkait percepatan pencegahan stunting dan sekaligus pembagian alat tikar ukur stunting jadi supaya ketauan jarak sekian bulan atau satu tahun itu harus berapa centi si bayi tersebut,” paparnya.

Narasumber tengah memberikan pemaparan materi

Saat disinggung apakah di wilayah Desa Citeko sudah melakukan identifikasi terhadap gejala stunting jika terjadi kepada warga masyarakatnya, Firman mengaku sejauh ini pihaknya terus melakukan upaya koordinasi dengan Bidan Desa dan Puskesmas yang ada di Cisarua.

“Sejauh ini saya udah koordinasi dengan bidan Desa, Infonya sih belum terjadi dibanding dengan Desa tetangga yakni Desa Kopo yang katanya sih udah ada. Jadi jangan sampailah terjadi di Desa Citeko ini makanya kami berupaya pencegahan dini. Adapun mengenai anggaran kegiatan ini bersumber dari Dana Desa tahap dua yang 40 persen sebesar Rp.10 juta.” pungkasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.