HARKITNAS...Menkominfo-Launching-Literasi-Digital-Ini-Kata-Kades-Parakan-Ciomas-1.jpg
Read Time:1 Minute, 49 Second

CIOMAS, PENAPUBLIK.COM – 20 Mei yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, Dihari yang sama, Presiden Joko Widodo melakukan peluncuran Literasi Digital Nasional secara virtual yang disaksikan di 34 provinsi dan 514 Kota/Kabupaten. Kegiatan yang disiarkan secara langsung di 16 stasiun TV, dan melalui live streaming akun resmi IG, Tiktok dan YouTube Kemkominfo TV ini juga dihadiri secara virtual oleh sejumlah Menteri dan Pimpinan Tinggi Negara.

Launching Literasi Digital Nasional yang dilakukan secara virtual dan disiarkan secara langsung melalui beberapa kanal televisi mempertegas arah Indonesia sebagai Negara yang merespon potensi terkini di perkembangan dunia teknologi global, dengan upaya mencakapkan masyarakat terhadap penggunaan teknologi (20/05/2021).

Program yang diprakarsai sejak tahun 2017 dan menargetkan hingga tahun 2024 tersebut mendorong semangat pemberdayaan hingga tingkat masyarakat agar dapat semakin cakap terutama dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, Tidak hanya sebatas bersosial media akan tetapi juga dalam keikutsertaan masyarakat guna turut menjadi bagian dalam perkembangan teknologi yang positif.

Itoh Masitoh, Kepala Desa Parakan Ciomas Sambut Baik Literasi Digital Nasional

Mengetahui adanya peluncuran tersebut, nampaknya menjadi perhatian salah satu Kepala Desa di Kabupaten Bogor. Seperti yang dikatakan Itoh Masitoh, Kepala Desa Parakan, Kecamatan Ciomas. Ia mengaku cukup antusias terhadap perkembangan teknologi terkini yang memang sudah semestinya ada program yang fokus mengurusi kehadiran teknologi digital.

“Seneng juga ya dengan adanya peluncuran literasi digital Nasional itu, Karena apapun sekarang ini terutama bidang pelayanan kepada masyarakat menggunakan tekhnologi atau berbasis digital seperti pendaftaran akte dan yang lainnya. Aksesnya pun bisa langsung kita klik,” tutur Itoh saat ditemui PenaPublik diruang kerjanya pada Kamis (20/5/2021).

Menurutnya, Desa Parakan terdiri dari 35 RT dan 9 RW. Di era teknologi dan segala perkembangannya tersebut, Ia menuturkan bahwa rata-rata hampir 80 persen warga saat ini menggunakan jaringan internet.

“Tinggal kita mampu mengelola dan mengarahkannya agar menggunakan media sosial itu dengan bijak, Selain sebagai sarana edukasi. Meskipun terkadang ada kendala atau hambatan yakni dengan SDM misalnya masih ada yang gaptek atau udah sepuh dan kendala lainnya itu tinggal dikasih arahan sesuai yang semestinya. Intinya kami menyambut baik dengan adanya literasi digital apalagi zaman sekarang ini, Namun mesti bijak dalam menggunakannya dan saya berharap itu bisa masuk kepada lingkungan terkecil diwilayah.” tandasnya. (FIK/DHE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.