Mobil-Ambulance-Untuk-Warga-Kades-Mulyana-2021-Akan-Dianggarkan-dari-Dana-Desa.jpg
Read Time:1 Minute, 57 Second

Ciawi, PenaPublik.com – “Dalam kegiatan musrenbang kami memberikan laporan terkait anggaran Dana Desa tahun 2020 termasuk diantaranya untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga terdampak Covid-19 semuanya dihabiskan untuk itu bahkan tak menutup kemungkinan di tahun 2021 pun sepertinya masih kesitu. Semoga saja ya badai covid segera berlalu,” ucap Mulyana, Kepala Desa Jambuluwuk saat ditemui seusai kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di Aula Rumah Jambuluwuk, Jalan Veteran III Kecamatan Ciawi pada Kamis (12/11).

Sementara agenda yang direncanakan untuk tahun 2021 menurut Mulyana rencananya akan dianggarkan untuk kendaraan ambulance Desa.

“Ya, kita sudah anggarkan ambulance Desa nominalnya sebesar 250 juta. Kemudian ada juga alokasi untuk Jalan Desa dan pemagaran termasuk Jalan Lingkungan serta Sarana Air Bersih (SAB) mungkin ditahap dua dari Dana Desa tahun 2021 anggarannya,” papar Mulyana yang sebelumnya pernah menjabat Ketua BPD Jambuluwuk.

Musrenbang Desa Jambuluwuk Digelar Diaula Rumah Jambuluwuk

Menurutnya, Prioritas yang paling urgent adalah mobil ambulance Desa, Karena kata dia itu benar-benar emergency bahkan seringkali Ia yang mengantar warganya saat harus dibawa kerumah sakit.

“Terus terang saya ikut prihatin setiap warga kami ada yang meninggal, Baik itu di RSUD Ciawi atau di RSTP Cibeureum kita itu harus bayar biaya ambulance rumah sakit tersebut dengan nilai Rp 190 ribu hal ini seringkali terjadi dan nyata bukan hanya boongan, saya terjun langsung membantu warga,” ungkapnya.

Diakui-nya aktivitas seperti itu sering dilakoni saat masih menjadi BPD. Ia menuturkan bahwa terkait mobil ambulance Desa secara lisan sudah menyampaikan dan disetujui oleh Pendamping Desa termasuk kesepakatan para Kepala Desa se-Kecamatan Ciawi.

“Pernah ada mayit dibawa sampe kerumah duka dan itu mesti bayar 190 ribu, dengan uang pribadi, nah inilah yang menjadi keprihatinan sehingga saya harus memikirkan bagaimana mobil ambulance Desa ada diwilayah kami karena manfaatnya begitu banyak, bisa antar jemput warga yang sakit atau meninggal yang nanti anggarannya dari Dana Desa,” jelasnya.

Saat ditanya terkait program pemberdayaan ditahun 2021, Mulyana menjawab secara diplomatis karena diakui masih ada keterbatasan SDM yang profesional dan pihaknya masih dalam tahap belajar.

“Ya paling untuk program pemberdayaan nanti kami bentuk dulu melalui Karang Taruna Desa, Karena jujur saja BUMDes juga belum terbentuk alasannya karena tidak bisa asal comot atau bentuk aja terus kalo dibiarkan yang ada akan hancur lagi itu anggaran. Inshaa Allah semua akan berjalan lah sesuai dengan yang direncanakan.” pungkasnya penuh harap.

Reporter : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.