Mobil-Siaga-Dipakai-Angkut-Material-Split-Begini-Jawaban-Sekdes-Sukaluyu-1.jpg
Read Time:2 Minute, 16 Second

TAMANSARI, PENAPUBLIK.COM – Pemberitaan yang tersebar luas dibeberapa media online terkait 1 unit mobil siaga Desa milik Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari yang kedapatan mengangkut bahan material berupa batu split atau koral dan sudah diaduk dengan material semen secara langsung sudah dijawab oleh Rosyidin selaku Kepala Desa Sukaluyu meskipun saat itu pihaknya menjawab secara singkat.

“Memang benar itu mobil siaga desa Sukaluyu, Tapi saat itu dipakai hanya sekedar memindahkan atau menggeser material split saja karena jaraknya juga tidak jauh dari tempat semula,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Dudi, Sekretaris Desa Sukaluyu, Pihaknya mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan sifatnya hanya sementara dan dadakan alias tidak direncanakan sebelumnya.

Mobil Siaga Desa Sukaluyu Saat Angkut Split Beberapa Waktu Lalu.

“Dalam keadaan mendesak waktu itu kalau tidak salah hari Jum’at sore sekitar jam 16.00 WIB para pekerja dilokasi meminta kepada kami agar material itu dipindahkan kelokasi yang tidak jauh dari tempat semula. Sebelumnya memang minta dicariin mobil pick-up untuk ngangkut material split tersebut namun upaya kami tidak berhasil sehingga terpaksa mobil siaga Desa kami pakai,” ujar Dudi saat ditemui dikediamannya pada Minggu siang (26/12).

Pemerintah Desa sambung Dudi, Saat itu tengah mengerjakan proyek infrastruktur Jalan lingkungan tepatnya di Kampung Sukaluyu RT 1 RW 06 sumber anggaran dari Dana Desa tahap ketiga.

“Pak Kades juga ada mobil pick-up, Pak RT dan Babinsa juga ada namun karena kebetulan hari itu kedua kendaraan tersebut sedang dipakai, Selain itu juga kita udah nyari ke yang lain namun hari sudah sore. Hanya mindahin itupun hanya sisa sedikit dari lokasi atas kebawah itu untuk mempermudah atau meringankan pekerjaan kita juga. Jadi emang gak disengaja hanya dadakan saat itu aja yang mengerjakannya juga warga sekitar sih,” paparnya.

Menurutnya, Jika melihat dan mengacu kepada Mobil Siaga Desa dengan logo “Gercep” nya mungkin peruntukkannya tidak hanya membawa orang yang sakit atau urusan kesehatan saja, Disamping itu bisa untuk kepentingan masyarakat luas khususnya Desa Sukaluyu.

“Itu juga kan buat kepentingan umum atau masyarakat seperti pembangunan jalan itu ada kepentingan sosialnya juga ada, kecuali mungkin jika ngangkut split buat kepentingan saya pribadi ya bisa jadi itu pelanggaran ya. Kebetulan saat saya menghubungi orang-orang yang punya kendaraan pick-up masih ada chat-nya saya simpan sebagai bukti bahwa kita ada upaya,” sambung Dudi.

Dengan permasalahan yang ada terkait alih fungsi kendaraan siaga Desa kata Dudi tinggal dikembalikan pada persepsi pribadi masing-masing masyarakat.

“Ya saya sih gak akan gimana-gimana silahkan saja saya kembalikan kepada pribadi masing-masing atau masyarakat untuk menilai-nya apakah itu bentuk pelanggaran atau bukan. Kalaupun bener di alih fungsikan seperti yang ramai diberitakan secara otomatis kursi penumpangnya juga pasti gak ada didalam mobil tersebut. Untuk itu saya mewakili Pemdes memohon maaf jika memang kurang berkenan.” pungkasnya. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.