Berita_20190220071348_PenaPublik.jpg
Read Time:2 Minute, 6 Second

Ciomas, PenaPublik.com – Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang merupakan program dari Kabupaten Bogor adalah suatu lokasi yang masyarakatnya melakukan upaya atau tindakan nyata dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara terukur dan berkesinambungan.

Tujuan Kampung Ramah Lingkungan adalah untuk mendorong Pemerintah Daerah, Dunia usaha dan masyarakat setempat untuk memahami permasalahan lingkungan dan dampaknya serta melakukan tindakan nyata secara proaktif yang berkontribusi kepada upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Adapun pola dari Kampung Ramah Lingkungan tersebut mencakup pada pengendalian kekeringan, banjir dan longsor melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah dan pembuatan lubang biopori.

“Penyediaan bank sampah dan kreasi sampah daur ulang, menanam tanaman vertikultur dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai salah satu edukasi lingkungan bagi warga masyarakat,” tutur Itoh Masitoh, Kepala Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor saat ditemui disela-sela kegiatannya di Kantor Desa, pada Selasa (19/2).

Diakui Itoh memang pihaknya dibantu pengurus dan senantiasa melibatkan warga masyarakat berupaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman serta terbebas dari masalah sampah.

“Sejauh ini kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga terkait Kampung Ramah Lingkungan meskipun pada awalnya tanggapan warga biasa-biasa saja, namun seiring berjalannya waktu karena proaktifnya pengurus akhirnya warga mulai antusias dan alhamdulillah mereka menyadari pentingnya menjaga lingkungan selain itu juga ternyata ada keuntungannya. Nah 2019 ini di wilayah RW 05 akan segera dibentuk KRL dan Saya berharap semua wilayah dari mulai RW 01 hingga 09 bisa terbentuk,” papar Itoh yang menjadi Kades sejak 2014 lalu.

Saat disinggung soal program Bank Sampah yang sudah dijalankan itu sepenuhnya diserahkan kepada pengurus yang saat ini nasabahnya kurang lebih ada 100 orang.

“Kebanyakan dari mereka itu sistemnya nabung, ada yang pengen dibayar cash dan yang menarik dari warga adalah shodaqoh sampah. Jadi program ini kita terapkan memang dari dan untuk kita semua,” jelasnya.

Oleh karena itu dengan penerapan program KRL dan Bank Sampah kata Itoh ini merupakan salah satu bagian dari pemberdayaan masyarakat yang harus dioptimalkan.

“Karena yang saya tau kalau gak salah KRL di Kecamatan Ciomas itu baru ada di tiga (3) wilayah yakni Desa Parakan, Desa Pagelaran dan Kelurahan Padasuka. KRL kita terletak di Wilayah RW 04 mencakup 5 RT yang setiap minggu sudah berjalan terutama bank sampah meskipun baru memilah dan memilih, ada juga kerajinan tangan dari Ibu-ibunya sudah berjalan,” ujarnya.

Jadi intinya ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri dan pengurus KRL dari Ibu-ibu PKK serta kader Posyandu termasuk melibatkan warga.

“Rencana sebenarnya mah banyak ya salah satunya dibentuknya BUMDes dan Bank Sampah dari 35 RT dan 9 RW yang ada di Desa kami ini.” pungkasnya.

Reporter : Taufik/Adeas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.