Berita_20181119101156_PenaPublik.jpg
Read Time:1 Minute, 48 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Sejatinya Program Inovasi Desa atau yang disingkat dengan PID merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa melalui peningkatan kapasitas Desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan Desa secara berkualitas.

Program Inovasi Desa diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa/PDTT) dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

Namun siapa sangka, Program Inovasi Desa yang dibentuk dan dijalankan oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) tersebut dalam pelaksanaan dan kinerjanya tidak berjalan efektif sesuai dengan harapan rakyat dan tidak tepat sasaran bahkan boleh dibilang mandul.

Terkait hal tersebut, seperti dikatakan Dudi Abdi Negara, Salah seorang tenaga Pendamping Profesional di wilayah Kecamatan Cisarua, Dirinya mengaku kesal terhadap program-program unggulan dan pro rakyat yang tidak berjalan sebagaimana mestinya di lingkup Kecamatan Cisarua.

Yang terbaru adalah Program Inovasi Desa dengan TPID sebagai pelaksana program di tingkat Kecamatan dirasakan sangat tidak maksimal dalam bekerja, banyak potensi dan inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa tidak di inventarisir dan ditampilkan dalam Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten yang digelar pada 15 Nopember 2018 kemarin.

“Diklat perhotelan yang dilaksanakan oleh Pemdes Tugu Utara dalam rangka usaha untuk mengurangi jumlah pengangguran di Desanya bekerja sama dengan PHRI adalah bentuk nyata sebuah inovasi dari Kepala Desa sebagai kuasa pengguna anggaran di Desa. Kemudian unit usaha Bank Sampah Pepeling di Citeko berbasis Android yang dikelola secara profesional tanpa bantuan keuangan dari Pemdes adalah salah satu bentuk inovasi juga ini tetapi tidak dilirik oleh TPID,” sesalnya.

Tidak hanya disitu, Lanjut Dudi, selama ini dirinya mengaku bahwa Pendamping Lokal Desa tidak pernah dilibatkan secara langsung dalam proses pembentukkan TPID.

“Yang jelas TPID Kecamatan Cisarua tidak melakukan kunjungan ke tengah-tengah masyarakat dalam menggali potensi dan inovasi yang sedang dikembangkan oleh masyarakat. Selama ini pun mereka tidak pernah berkoordinasi dengan Pendamping sebagaimana mestinya bahkan hanya untuk rapat atau musyawarah saja kami tidak pernah diundang,” ujarnya menggerutu.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Cisarua yang enggan disebut namanya mempertanyakan apa dan siapa saja Tim Pelaksana Inovasi Desa di Kecamatan Cisarua, dirinya pun mengomentari anggota TPID yang memegang banyak posisi di beberapa program kegiatan di Desanya.

“Ikut berkecimpung dengan banyaknya program, apakah bisa bekerja dengan maksimal.” ujarnya penuh tanya.

Reporter : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *