Berita_20191210083658_PenaPublik.jpg
Read Time:1 Minute, 12 Second

PenaPublik.com – Climate Change kini telah berubah menjadi Climate Emergency, cepat sekali waktu berjalan dan terasa bumi sudah menuju pada situasi darurat iklim. Tahun 2020 adalah fase awal climate emergency yang pastinya memerlukan lebih keras lagi upaya penurunan suhu bumi.

Dari beberapa kabar yang tersebar di luar negeri, didapati hal yang cukup memprihatinkan. Sydney, Amerika Serikat misalnya. Karhutlanya tidak kunjung berhenti, langit diatas kota sydney pun kini berwarna merah jambu.

Di Indonesia, Karhutla dapat tertangani dengan baik melaui upaya keras dan pantang menyerah, komitmen Indonesia dalam mengendalikan karhutla mendapat apresiasi dari banyak pihak, walau ada saja pernik yg menyertainya.

Dari COP 25 Madrid masih menunggu sampai dengan tanggal 12 nanti, kesepakatan-kesepakatan apa saja yang dihasilkan dari konferensi iklim dunia itu, kita tunggu saja.

Perlu digali “Social Impact Bonds” yang diarahkan pada peningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Ada yang punya bahan atau ide untuk penerapan di Indonesia? buat sebagian orang di Indonesia, perubahan iklim itu nyata, tidak banyak lagi yang harus didiskusikan, tetapi apa yang bisa segera kita lakukan, terutama untuk adopsi dan mitigasi juga.

Belum lagi persoalan sampah yang belum tertangani secara menyeluruh dan maksimal, yang juga berpotensi signifikan terhadap perubahan iklim yang sudah di ambang darurat.

Setidak ada tiga krisis yang mengancam, krisis Air, krisis Pangan dan
krisis Energi serta kelompok miskin adalah yang paling rentan terhadap tiga krisis tersebut. Tentu saja hal ini juga berpotensi terhadap munculnya krisis keamanan dan stabilitas sosial.

Penulis/kontributor : M. Syafwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *