Disentul...STIE-Dewantara-Berbagi-Ilmu-Kepada-Puluhan-Yatim-dan-Kaum-Dhuafa.jpg
Read Time:1 Minute, 30 Second

BOGOR, PENAPUBLIK.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dewantara, kelas 31 B Eksekutif, berbagi ilmu bersama masyarakat, puluhan anak yatim dan dhu’afa di Kampung Sentul Rt 05 Rw 01, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan berbagi ilmu yang mengambil tema “Menumbuhkan kesadaran sosial dengan asas gotong royong’, bertujuan untuk lebih memberikan edukasi tentang bahayanya penggunaan ponsel.

“Penggunaan ponsel yang berlebihan pada anak-anak sangat bahaya. Makanya, saya berpesan kepada para orang tua agar tidak lengah, jangan sampai anak-anak terlalu di biarkan bermain ponsel dalam waktu berlebihan. Sebab, ini bisa menjadi bahaya bagi mereka,” kata Rizki Ahmad Maududi, salah satu mahasiswa STIE yang menjadi narasumber di acara tersebut.

Ia menerangkan, ealah satu dampak bahaya dari penggunaan ponsel itu bisa menurunkan fungsi saraf otak, akibatnya si anak akan lebih cenderung emosional.

“Ya saya berharap semoga melalui kegiatan ini bisa memberikan motivasi dan edukasi kepada para orang tua,” ungkapnya.

Sementara, mahasiswa lainnya, Wawan yang juga sebagai pemateri, mengatakan dilaksanakannya kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat, dalam rangka merealisasikan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD).

“Kami fokuskan saat ini dalam bentuk bakti sosial, kami dari mahasiswa sebagai penyelenggara berinisiatif berbagi Ilmu atau pengetahuan untuk masyarkat. Karena saat ini, negeri kita sedang di landa bencana Covid, maka selain bakti sosial dan memberikan santunan pada anak yatim dan dhu’afa, juga berbagi informasi diantaranya tentang pencegahan bahaya Covid -19,” tuturnya.

Senada diungkapkan Tio Gunawan, selaku inisiator dan Ketua panitia dalam acara tersebut. Dirinya berharap mahasiswa sebagai generasi penerus Bangsa harus bisa menjadikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Tentunya agar bisa menjadi suri tauladan untuk selalu menumbukan kesadaran dengan azas gotong royong di tengah masyarakat. Kami mahasiswa sebagai generasi penerus Bangsa, ingin bermanfaat dan berarti untuk masyarakat lainnya, maka-nya ingin berbagi sekaligus memberikan edukasi terhadap mereka.” pungkasnya. (Iwan Maulana/Taufik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.