Belajar-Dari-Rumah-IGTKI-Tanah-Sareal-Kota-Bogor-Gelar-Parenting-Secara-Virtual-1.jpg
Read Time:2 Minute, 21 Second

Bogor, PenaPublik.com – Ditengah situasi dan kondisi pandemi Corona Virus Disease (Covid 19) yang terjadi di seluruh Dunia pada akhir Desember 2019 lalu, Sejurus kemudian mengharuskan Pemerintah untuk mengeluarkan peraturan “Physical Distancing) kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dalam upaya mendukung program Pemerintah terkait penanganan Covid-19 dan sesuai dengan surat edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 yang berisi tentang arahan mengenai belajar dari rumah, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI – PGRI) Kecamatan tanah Sareal, Kota Bogor telah melaksanakan kegiatan parenting melalui zoom meeting dengan tema “Mempersiapkan Mental dan Fisik Anak Dalam Rangka Pembelajaran Semester 2 Dimasa Pandemi”.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Pengawas TK, Para Kepala TK beserta Guru dan orang tua/wali murid, Juga dibekali materi serta ilmu oleh narasumber dr. Siti Robiah Mubarokah dari Dinkes Kota Bogor dan DR.Ir. Masitowati Gatot, M.Si, M.Ed sebagai pakar pendidikan dan pemerhati anak, Pada Rabu (6/1/2021).

Saat Kegiatan Parenting Berlangsung Secara Virtual

Menurut Neneng Sumarni, M.Pd.I, Ketua IGTKI Kecamatan Tanah Sareal, Pentingnya kegiatan parenting tersebut dalam upaya menyamakan persepsi bahwa Covid masih meningkat, Sehingga diperlukan Belajar Dari Rumah (BDR) lanjutan sesuai dengan ajuran dari Pemerintah.

Sebelum itupun kata Neneng, Pihaknya mengadakan sosialisasi dan workshop merancang pembelajaran dalam rangka persiapan Belajar Dari Rumah (BDR) dan direncanakan akan dimulai pada 11 Januari 2021.

“Lebih mendalamnya lagi agar orang tua memiliki kesamaan pemahaman, bahwa dalam kondisi seperti ini maka kesehatan lebih utama daripada harus memaksakan untuk kegiatan tatap muka di sekolah. Alhamdulillah peserta yang kemarin hadir itu cukup banyak kurang lebih sekitar 400 partisipan,” tuturnya kepada PenaPublik melalui pesan whatsapp-nya pada Kamis (7/1).

Ia menambahkan, Kegiatan tersebut juga sesuai pernyataan Walikota Bogor tertanggal 5 Januari 2021 yang menunda Pembelajaran Tatap Muka. Dirinya mengapresiasi akan antusiasme dari para orang tua murid, Terbukti cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada 2 orang narasumber yang berkompeten dibidangnya.

“Para orang tua murid diberikan pemahaman bagaimana cara membimbing belajar anak dengan cara yang menyenangkan atau have fun lah intinya. Sehingga tugas-tugas yang diberikan oleh guru tidaklah menjadi suatu beban, baik bagi anak maupun orang tua-nya,” papar Neneng.

Menurutnya, Orang tua juga diharapkan memilliki kerjasama yang baik dengan pihak sekolah, dengan tetap membimbing anak-anak di rumahnya masing-masing dalam mengerjakan tugas-tugas dari sekolah dengan penuh kesabaran juga semangat dalam mengerjakan tugas sehingga para guru dapat dengan mudah membuat assessment untuk tugas-tugas anak didiknya.

Diakuinya, Dalam kondisi seperti saat ini, maka imunitas haruslah tetap dijaga sebaik mungkin, selain dengan menerapkan PHBS, ditunjang juga dengan suplemen, Kemudian lebih pentingnya lagi kata Neneng senantiasa berupaya menimbulkan suasana nyaman dan bahagia sehingga secara otomatis itu akan dapat meningkatkan imunitas.

“Ya, Orang tua diharapkan selalu memiliki perasaan senang saat membantu anak-anak mengajarkan tugasnya, sehingga anak-anak pun bisa riang gembira juga bahagia.” pungkasnya penuh ekspektasi. (Taufik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.