Hak-Anak-Bangsa-Belum-Terpenuhi-Dikampung-Cioray-Leuwikaret-Ini-Kata-Sukatma-Atmaja-1.jpg
Read Time:1 Minute, 54 Second

KLAPANUNGGAL, PENAPUBLIK.COM – Kabupaten Bogor memang terselip sejuta cerita yang senantiasa menghiasi berbagai sudut dan sisi kehidupan warga masyarakatnya. Seperti di Kampung Cioray salah satu wilayah terpencil di Bogor Timur yang terletak di Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Adalah Sukatma Atmaja, Satu dari sejuta cerita tersebut, Ia salah seorang warga Kampung Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal.
Demi kelangsungan dunia pendidikan, Sukatma Atmaja merasa terketuk dan terpanggil hati-nya melihat sulitnya masyarakat Kampung Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, untuk mengenyam pendidikan.

Melihat kondisi seperti itu, Atmaja termotivasi untuk mendirikan sebuah tempat belajar berbasis pendidikan keagamaan, Hingga akhirnya berdirilah sebuah Madrasah Ibtida’iyah (MI). Meski akses jalan yang cukup terjal dan sulit terjangkau, Namun tak membuatnya patah semangat.

Sukatma Atmaja Pendiri MI Hidayatul Islam Cioray Desa Leuwikaret.

Bermodalkan tekad kuat membara, Pada tahun 2009 Atmaja mulai membangun Sekolah dengan bangunan seadanya, Namun seiring berjalannya waktu dan jerih payahnya membuahkan hasil. Madrasah Ibtida’iyah (MI) Hidayatul Islam hingga kini sudah berstatus terakreditasi ‘B’.

Hak anak-anak Bangsa pun terpenuhi di Kampung Cioray hingga mereka mampu dan dapat membaca serta menulis.

“Saat ini bahkan ada yang sudah masuk di Perguruan Tinggi, Baik itu didalam maupun luar Kabupaten Bogor. Cita-cita saya kedepannya dapat mendirikan Sekolah yang lebih tinggi agar anak-anak di Kampung ini, tidak perlu jauh-jauh lagi melanjutkan kejenjang SMP atau sederajat dengan lokasi terdekat berjarak sekitar kurang lebih 7 kiloan, ditambah harus memakai jasa ojeg dengan biaya rp 20 ribu hingga 30 ribuan,” tutur Atmaja sapaan akrabnya pada Sabtu (14/8/2021).

Atmaja berharap baik itu Pemerintah Pusat maupun Daerah, Agar dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak Bangsa khususnya yang tinggal di Pedesaan.

“Karena sejatinya mereka juga memiliki hak yang sama yakni mendapatkan pendidikan yang layak,” ucapnya.

Sementara itu menurut Ridwan Hidayat, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Leuwikaret, Dirinya mengaku bahwa Madrasah Ibtida’iyah (MI) Hidayatul Islam menjadi satu-satunya sarana pendidikan yang ada di Kampung Cioray dengan sarana dan pra-sarana yang masih minim alias terbatas.

Selain itu kata Ridwan, Didesa Leuwikaret juga masih ada beberapa Sekolah atau Yayasan Pendidikan yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah,

“Jujur, Miris sekaligus prihatin melihat kondisi gedung Sekolah saat ini. Jika sarana-nya memadai, Mungkin anak-anak pun setidaknya akan lebih nyaman bahkan bersemangat dalam belajar.” tandasnya. (FIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *