HPSN-Tahun-2022-Kapolres-Bogor-Mungut-Sampah-di-Sungai-Ciliwung-Cisarua.jpg
Read Time:2 Minute, 29 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – Sesuai agenda yang sudah direncanakan, Kapolres Bogor beserta jajarannya didampingi Forkopimcam serta puluhan orang dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat menggelar kegiatan bebersih sampah di Sungai Ciliwung Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua dalam rangka memperingati HPSN tahun 2022 pada Selasa (8/3).

“Ya, Hari ini kami jajaran Polres beserta warga dan para penggiat lingkungan termasuk Karang Taruna juga Ormas berupaya ingin mewujudkan Ciliwung Nanjung. Kami melihat dilokasi Sungai Ciliwung ini sampahnya lebih dominan dari sampah masyarakat atau rumah tangga seperti plastik-plastik, stereofoam dimana kalau tidak segera bersihkan maka akan sangat panjang waktu penguraiannya bisa ratusan tahun sebuah sampah plastik dan tadi coba kita bersihkan kemudian nanti dibakar dengan alat pembakaran yang sudah disediakan. Intinya yang terpenting berbuat untuk lingkungan sebagai suatu anugrah yang diberikan Tuhan sehingga amanah itu harus kita jaga dan lestarikan,” papar Kapolres dilokasi kegiatan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti itu akan terus berlanjut sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Khaliq.

Kapolres Bogor Saat Meninjau DAS Ciliwung Pada Selasa (8/3/2022).

“Alhamdulillah banyak dari elemen peduli lingkungan dan dari masyarakat yang ada disepanjang jalur Sungai Ciliwung juga sangat antusias bersama-sama dengan Pemkab Bogor. Kegiatan ini didukung personel bersama masyarakat sekitar 200 orang lebih,” ucapnya.

Saat disinggung akan melakukan tindakan tegas kepada pembuang sampah ke Sungai, Dirinya mengaku menemukan hal menarik dengan banyaknya sampah tersebut.

“Artinya ada hal yang harus kami lakukan dalam upaya mengedukasi masyarakat supaya lebih peduli lagi dengan kondisi Sungai ini. Kami tadi sudah sepakat bersama-sama merencanakan dengan temen-temen dari Kecamatan dan juga para penggiat lingkungan akan memberikan himbauan-himbauan kemudian meletakkan papan peringatan disepanjang Sungai Ciliwung agar masyarakat tau betapa pentingnya kita harus merawat Ciliwung ini,” terangnya.

Kemudian kata dia selain melakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga masyarakat langkah-langkah lainnya ini ada terobosan kreatif dari pihak Forkopimcam dan penggiat lingkungan untuk memberdayakan limbah barang bekas.

“Drum atau seng dijadikan alat pembakar sampah termasuk salah satunya itu ya terobosannya,” kata Iman.

Terkait penertiban villa-villa liar yang berdiri disepanjang sempadan Sungai masih kata Iman, Pihak Pemerintah Kabupaten Bogor sudah berupaya menertibkan melalui Pol PP.

“Karena tidak sesuai dengan ketentuan batas sepadan Sungai itu sudah ditertibkan sebagaimana temen-temen lihat ya namun karena panjangnya Sungai ini tentunya temen-temen dari Pol PP membutuhkan waktu hingga tertib seluruhnya,” tambah Iman.

Sementara itu menurut Ivan Pramudia, Camat Cisarua mengaku sampah disekitar Sungai Ciliwung relatif tidak terlalu banyak dibanding sampah yang ada disekitar Sungai belakang Pasar Cisarua.

“Wah pokoknya mah sampah di Sungai Cisarua sangat luar biasa deh pas kemarin hari Sabtu gerebeg runtah disana,” ungkapnya.

Bahkan kata Ivan saat membaca berita terkait pernyataan Humas Perumda PD Tohaga bahwa sampah yang ada di Sungai itu bukan berasal dari pedagang Pasar Cisarua.

“Ya itu kan aneh, harus kita ajak kelokasi belakang TPS Pasar biar dia tau yang sebenarnya. Saya menyayangkan seharusnya Humas Tohaga tidak berstatemen begitu, Kalau lagi begini mah jangan cerita surat-lah kan komunikasi mah udah ada dengan Kepala Pasar bahkan ngasih kontribusi.” pungkasnya. (FIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.