Momentum-Lebaran-Yatama-Surya-Seolah-Mengingatkan-Tradisi-Sang-Bunda-1.jpg
Read Time:1 Minute, 55 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Momentum Bulan Muharram termasuk tanggal 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama, Hal tersebut berdasarkan anjuran untuk berbagi dan menyantuni anak-anak Yatim pada hari tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak Yatim.

“Dan beliau (Nabi Muhammad SAW) lebih menyayangi lagi pada Hari Asyura (tanggal 10 Muharram). Di mana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak Yatim, tapi juga keluarganya.”

Dalam memanfaatkan dan mengisi momentum Bulan Muharram tahun 2020 ini banyak kalangan, baik itu secara pribadi maupun kelompok melakukan aktivitas berbagi atau santunan kepada para anak yatim dan juga orangtua jompo.

Surya (Kemeja Abu-abu) Saat Memberikan Santunan Yatim Memperingati Bulan Muharram

Seperti yang dilakukan Surya (33) salah seorang warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua dalam mengisi Bulan Muharram dirinya beserta keluarga menggelar kegiatan santunan tersebut pada warga sekitar yang notabene ada anak-anak Yatim dan orangtua jompo serta janda.

“Iya sebenarnya kegiatan santunan kepada anak-anak Yatim dan orangtua jompo seolah-olah seperti mengingatkan kepada almarhumah Ibu saya ketika masih hidup. Beliau suka melakukan tradisi berbagi kepada yang membutuhkan,” tuturnya.

Masih kata Surya, Dirinya sedikit bercerita bahwa semasa hidup sang Bunda jika dikasih uang oleh anak-anaknya itu selalu dikumpulkan bahkan tak pernah Ia pakai.

“Almarhumah Ibu saya ketika dikasih uang dari anak-anaknya itu selalu dikumpulin bahkan gak dipakai, Kemudian beliau bagikan kembali kepada yang terlihat membutuhkan salah satunya ya kepada anak-anak yatim,” terang Surya yang juga aktif di komunitas Pepeling Bogor Raya.

Menurutnya dengan berbagi meskipun sedang dalam kondisi Covid-19 yang saat ini masih melanda seolah-olah menjadi pelajaran berharga dan penuh dengan hikmah didalamya.

“Ketika kita berbagi yang namanya rejeki itu tak akan habis malah akan datang kembali. Beberapa hari lalu saya mimpi bertemu dengan almarhumah Ibu saya Hajjah Nunung binti H. Hasanudin yang wafat pada 2019 lalu tepat malam Jum’at jam 21.00 WIB. Inshaa Allah tradisi berbagi dan niat baik Ibu akan saya lanjutkan semampu saya,” ucapnya.

Surya mengungkapkan untuk kegiatan santunan tersebut setelah sepakat dengan keluarga lalu kemudian Ia kumpulkan sebanyak 30 orang anak Yatim beserta orangtua jompo disekitar tempat tinggalnya.

“Alhamdulillah saya sisihkan rejeki yang datang dari Alloh untuk disalurkan lagi kepada mereka semuanya berjumlah 30 orang. Mudah-mudahan almarhumah husnul khotimah dan dilapangkan kuburnya, Aamiiin YRA.” pungkasnya penuh harap. (Taufik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *