Perkenalkan 7 Staf Khusus Millenial, Presiden Jokowi Saya Minta Mereka Jadi Jembatan Anak-Anak Muda_PenaPublik (2)
Read Time:2 Minute, 50 Second

Jakarta, PenaPublik.com – Presiden Jokowi mengumumkan 7 Staf Khusus Presiden dari kalangan millenial, Ketujuh orang tersebut mulai diperkenalkan kepada para awak media di Verranda, Istana Merdeka, Jakarta, Pada Kamis sore (21/11).

“Sore hari ini, saya ingin mengenalkan Staf Khusus Presiden yang baru yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Mereka adalah anak-anak muda semuanya,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyebutkan satu persatu ke-tujuh orang dari kalangan milenial tersebut diantaranya ada mas Belva Syah Devara (29 tahun), lulusan S2 Harvard University dan Stanford university di Amerika serikat.

“Kita kenal Mas Belva adalah pendiri dan juga CEO Ruang Guru. Masuk ke forbes 30 di umur di bawah 30 tahun. Juga mendapatkan medali emas dari Lee Kuan Yew saat lulus sarjana di NTU di Singapura,” tuturnya.

Kemudian yang kedua, Putri Indahsari Tanjung (23 tahun), jebolan sarjana Academy of Art di San Francisco.

“Kita sering dengar kiprahnya sebagai founder dan CEO di Creativepreneur dan juga menjadi Chief Business Officer of Kreavi yaitu platform kreatif yang mewadahi 55 ribu creative creators,” kata Presiden Jokowi. Dan yang ketiga, Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun), lulusan Harvard Kennedy School.

“Bergerak di dunia enterpreneur, banyak meraih penghargaan atas inovasinya termasuk atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM, menjadi CEO PT. Amartha Mikro Fintech, Saya kenal beliau saat urusan fintech,” jelas Presiden Jokowi.

Yang keempat, Ayu Kartika Dewi (36 tahun), Ia adalah salah satu anak muda yang memiliki misi mulia untuk merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke (Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali), dan meraih gelar MBA di Duke University di Amerika Serikat.

Presiden Jokowidodo Perkenalkan Staf Khusus dari Kaum Millenial di Verranda Istana Merdeka

Yang ke-lima, Gracia Billy Mambrasar (31 tahun). Seorang putera tanah Papua. Lulusan NU Australia, S2 dan juga sekarang masih menempuh sebentar lagi juga selesai di Oxford University. Dan nanti, Oktober juga akan masuk ke Harvard University untuk S3-nya.

“Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan banyak berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua. Menjadi CEO Kitong Bisa,” terang Presiden Jokowi.

Yang ke-enam, Angkie Yudistia (32 tahun), anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur melalu Thisable Enterprise yang didirikannya. Ia aktif sebagai anggota Asia Pacifik Federation of the Hard of Hearing dan Deafened Person dan anggota International Federation Hard of Hearing Young people.

“Saya juga minta nanti Angkie untuk menjadi juru bicara Presiden di bidang sosial,” pinta Jokowi.

Yang ke-tujuh, Anak muda tapi santri. Ia adalah Aminuddin Ma’ruf (33 tahun), pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).

“Mas Aminuddin saya minta keliling nanti ke santri, ke pesantren untuk menebar gagasan-gagasan, inovasi-inovasi baru, karena saya yakin pesantren akan bisa melahirkan talenta-talenta yang hebat untuk memajukan Bangsa ini,” ucapnya.

Menurut Presiden, Ketujuh anak muda itu akan menjadi teman diskusi dirinya harian, mingguan, dan bulanan. Akan memberikan gagasan-gagasan segar yang inovatif sehingga kita bisa mencari cara-cara baru, cara-cara yang out of the box, yang melompat untuk mengejar kemajuan Negara kita.

“Saya juga meminta mereka untuk menjadi jembatan saya dengan anak-anak muda, para santri muda, para diaspora yang tersebar di berbagai tempat,” ungkapnya.

Presiden meyakini, Dengan gagasan-gagasan segar dan gagasan kreatif demi untuk membangun Negara ini.

“Kita akan lihat nanti gagasan-gagasan itu apakah bisa diterapkan dalam ke Pemerintahan.” pungkasnya penuh harap.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.