Dipuncak...Minim-Tempat-Sampah-Anggota-DPRD-Singgung-DLH-1.jpg
Read Time:2 Minute, 20 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – Permasalahan sampah hingga kini memang menjadi masalah sosial yang seakan tak kunjung selesai. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Cisarua, Gundukan sampah di beberapa wilayah menjadi sangat memprihatinkan bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan bencana alam seperti yang terjadi baru-baru ini dikawasan wisata Gunung Mas, Puncak. Dan pada akhirnya, Bahaya sampah yang tidak terkelola dengan baik, menjadi satu ancaman besar di tengah lingkungan masyarakat.

Solihin Fauzi, Mewakili pengurus Karang Taruna Kecamatan Cisarua saat dirinya menghadiri reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil III masa persidangan II tahun 2020 – 2021 yang digelar di Aula Kecamatan Cisarua pada Selasa (9/2/2021), menuturkan bahwa permasalahan sampah dikawasan Puncak ini sudah semakin krodit, Untuk itu dibutuhkan penanggulangan, penanganan dan pengelolaannya dengan sebaik mungkin.

Bahkan dirinya pernah diajak berdiskusi dan berbincang pada saat di 0 KM Talaga Saat Puncak dengan Bupati Bogor, Jendral Doni Monardo beserta rombongan membahas terkait lingkungan hidup dan permasalahan hulu Sungai serta sampah.

Acara Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 3 di Aula Kantor Kecamatan Cisarua

“Iya, Kami pernah diajak berbincang di Talaga Saat Puncak sewaktu ada kunjungan Ibu Bupati dan Pak Doni Monardo. Dan hari ini kami sampaikan kepada para anggota dewan terhormat kami minta agar ada tempat dalam penanganan penanggulangan dan pengelolaan sampah di wilayah kami,” tuturnya.

Diakuinya, Permasalahan dan penanggulangan sampah memang merupakan tanggung jawab semua elemen, baik warga masyarakat, Pemerintah dan pihak terkait lainnya.

“Kami sudah berupaya membantu mensosialisasikan penanganan dan pengelolaan masalah sampah, Tapi jujur saja, Saat ini kami masih terbentur dengan masalah fasilitas atau tempatnya terutama dibantaran atau pinggiran DAS Cisarua dilintasi 3 Desa antara lain Cibeureum, Citeko dan Kopo. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan secara tidak langsung berdampak kewilayah yang paling bawah yakni Kecamatan Megamendung,” paparnya.

Hal tersebut secara langsung ditanggapi H. Slamet Mulyadi, DPRD Fraksi PDIP. Pihaknya dari komisi III sudah membahas mengenai persoalan penanganan sampah tersebut.

“Saya dengan temen-temen seringkali membahas masalah sampah ingin juga melibatkan RT/RW dan warga masyarakat. Jadi tidak semuanya ditanggulangi oleh dinas terkait, Coba diusulkan dibuat proposalnya seperti apa sih yang dibutuhkan dan apapun nama programnya nanti, kami khususnya di komisi 3 akan bantu dorong anggarannya ke pihak Pemerintah. Akan kami perjuangkanlah,” imbuhnya.

Sementara itu Usep Supratman, DPRD fraksi PPP, Ia menuturkan terkait pengelolaan dan pengolahan sampah itu pihaknya mengaku sangat prihatin bahkan sedikit kecewa kepada pihak Provinsi dengan janji-janjinya hingga saat ini belum juga terealisasi.

“Kalau mau tau soal TPS bahwa di Cibungbulang itu sudah tidak ada lahan sama sekali dan kita itu sudah numpang ke Kota Bogor. Kabupaten Bogor itu bau sampahnya kemana-mana, Sementara mencari lahan untuk pembuangan sampah diwilayah Bogor Selatan ini kemungkinan susah. Mau tidak mau harus melakukan inovasi atau terobosan-terobosan terutama dari DLH yang harus hadir berikan solusi, Jangan hanya mikirin buat beli unit mobil saja.” tandasnya. (TAUFIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.