Berita_20190521010402_PenaPublik.jpg
Read Time:1 Minute, 36 Second

Megamendung, PenaPublik.com-Kalimat tersebut menjadi icon dan slogan dari Komunitas Puncak Ngahiji yang dalam dua tahun belakang ini setidaknya sebagai bentuk pengakuan dan identitas diri dengan tanpa melebihi mengarah kepada satu kalimat “Jati Diri Sunda” tentu dengan cara-cara yang masih memiliki etika serta estetika sebagai orang Sunda yang tinggal di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

Sejatinya Komunitas Puncak Ngahiji yang dibentuk pada medio Tahun 2017 lalu itu memiliki komitmen dan konsern pada permasalahan-permasalahan Puncak dan sekitarnya tanpa memandang status serta golongan tertentu.

Sementara untuk kedua kalinya dalam dua(2) tahun terakhir ini komunitas tersebut senantiasa berupaya menjaga harmonisasi sinergitas dan jalinan silaturahmi dengan semua elemen kemasyarakatan lainnya.

“Puncak Ngahiji terdiri dari berbagai elemen kemasyarakatan baik itu dari kalangan instansi Pemerintah, Akademisi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, LSM, Aktivis Peduli Lingkungan dan warga masyarakat lainnya. Bukanlah suatu organisasi massa tetapi sifatnya lebih kepada gerakan moral dan kepedulian terhadap wilayah Puncak dan sekitarnya, membantu menangani dan mencari solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada di Puncak dalam menjaga sinergitas,” ungkap Ujang Pucuk, salah satu pendiri dan penggagas Komunitas Puncak Ngahiji.

Masih menurut Ujang bahwa kalimat Puncak Ngahiji ini adalah kalimat ajakan dalam rangka berupaya mempersatukan diri.

“Pada intinya warga Puncak itu harus bersatu, Nah kami berharap kalimat Puncak Ngahiji ini benar-benar ingin kita wujudkan dengan seutuhnya bahwa kita semua harus mampu menjaga kebersamaan dan persatuan jangan terpecah belah,” pintanya penuh harap.

Dalam kesempatan tersebut, Beni, Owner Kopilao yang memfasilitasi dan mengakomodir kegiatan silaturahmi tersebut mengatakan bahwa Komunitas Puncak Ngahiji jangan hanya jadi penonton tetapi lebih kepada bagaimana mampu menjadi pelaku

“Sesuai nama Puncak Ngahiji ya harus benar-benar bersatu, segala perbedaan yang ada hendaknya justru jadi perekat. Secara pribadi pun saya bangga dan mengapresiasi rekan-rekan yang sejauh ini memiliki sense of belonging terhadap wilayah Puncak dan sekitarnya, sikap ini tentunya harus dipertahankan dalam bentuk yang positif dan kerangka membangun kearah yang lebih baik lagi. Bravo Puncak Ngahiji.” pungkasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.