Sebuah-Catatan-Hari-Sungai-Nasional-27-Juli-Oleh-Sigit-Pramatajie.jpg
Read Time:58 Second

Bogor, PenaPublik.com – Sungai sejak dahulu kala pada jaman Belanda memang sudah menjadi sarana penting bagi transportasi, Karena pada saat itu jalan darat masih belum bisa ditempuh. Dan pada masa Pemerintahan kolonial VOC jika kita melihat aktivitas ataupun kegiatan, Sungai merupakan penyangga utama logistik yang mendukung jalannya Pemerintahan Belanda di Indonesia yang kala itu diperintah oleh Gubernur Jendral.

Penyelundupan-penyelundupan disaat itu yang pernah dilakukan oleh orang orang Cina, membuat “Empire of VOC” harus melakukan patroli Sungai yang dikenal dengan sebutan ‘Pelayaran hongi’. Bahkan di tahun 1628 hingga 1629 pada masa Pemerintahan Jan Pieterszoon Coen, Sungai merupakan alat pertahanan mengatasi serangan Sultan Agung.

Pada kenyataannya serangan Raja Mataram Islam ketiga gagal namun kekalahan itu ditebus dengan melakukan strategi penyebaran penyakit melalui Sungai yaitu dengan menghanyutkan bangkai-bangkai binatang yang membawa penyakit cholera.

Alhasil, Sang Gubernur Jendral yang terkenal kejam tersebut akhirnya meregang nyawa akibat wabah cholera.

Sebagai catatan bahwa Sungai bisa menjadi pusat perdagangan,penyelundupan,alat pertahanan sampai penyebaran penyakit sehingga bisa menjadi berbahaya kalau tidak menjaga atau merawatnya dengan baik seperti penyebaran penyakit yang diakibatkan bangkai maupun sampah.

Selamat hari Sungai Nasional (27 Juli), Semoga kita semakin bijak dalam mensikapi keberadaan Sungai.

Penulis : Sigit Pramatajie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.