Luar-Biasa-Potensi-Alamnya-Bima-Arya-Sebut-Bogor-Selatan-Ubud-nya-Kota-Bogor-1.jpg
Read Time:2 Minute, 25 Second

BOGOR, PENAPUBLIK.COM – Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut wilayah Kecamatan Selatan sebagai ‘Ubud-nya’ Kota Bogor. Hal itu, karena orang nomor satu di Pemerintahan Kota Bogor ini melihat Bogor Selatan memiliki potensi alam yang luar biasa, salah satunya yakni Kampung Tematik yang ada di Kelurahan Mulyaharja.

“Kampung Tematik Mulyaharja ini langsung terjadi peningkatan ekonomi dan pendapatan warga. Ini baru awal, baru 20-30 persen. Bisa dibayangkan kalau digarap maksimal, Desainnya harus betul-betul matang sekali,” kata Bima saat Musrenbang dengan Muspika Bogor Selatan secara zoom meeting, Pada Rabu (10/2/2021).

Tahun ini, lanjut dia, Kampung Tematik Mulyaharja akan terus dikembangkan dan akan membidik CSR dari BUMD atau pun kerja sama dengan perusahaan agar beberapa titik bisa diberdayakan, seperti infrastruktur dibangun, akses diperluas, titik-titik destinasi wisata disiapkan semua.

“Kami mendukung usulan warga di Musrenbang untuk membangun wisata lain di Bogor Selatan, Kampung wisata air cadas di Genteng, Camping Ground, Peternakan domba di Pamoyanan, agrowisata, Kampung duren, Kampung cerdas ramah anak di Empang. Ini ide yang harus betul-betul direalisasikan,” tuturnya.

Selain itu, Pemkot Bogor juga sudah membuat kajian fasilitas olahraga di Bogor Selatan dan tahun ini sedang dilakukan penyusunan DED-nya. Bahkan, dalam waktu dekat, Bogor Selatan akan mempunyai Kampung Sunda di Batutulis yang menjadi andalan wisata Kota Bogor.

“Tahun ini disusun DED-nya, mudah-mudahan tahun depan bisa dilakukan. Semua akan bertahap dibangun,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Hidayatulloh, Camat Bogor Selatan mengatakan, Musrenbang tingkat Kecamatan ini pihaknya telah mengusulkan sebanyak 192 kegiatan untuk 4 bidang prioritas yakni bidang pemerintahan, ekonomi, sosial budaya dan bidang fisik atau infrastruktur.

“192 kegiatan inilah yang tentunya kita akan terus kawal sampai ke tingkat kota bersama Forum LPM dan kita berharap usulan tersebut bisa terealisasi di tahun 2022 mendatang,” katanya.

Dia juga menyebutkan, usulan 192 kegiatan itu membutuhkan anggaran Rp 52 miliar. Meski begitu, pihaknya menyadari bahwa APBD Kota Bogor sangat terbatas, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Sehingga dia bersama Muspika akan berupaya membangun komunikasi dengan pelaku usaha yang ada di wilayahnya.

“Kita menyadari APBD Kota Bogor terbatas. Jadi, bagaimana pun caranya kita harus bangun komunikasi dengan pelaku usaha yang ada di wilayah kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FK LPM) Bogor Selatan, Rudi Juniardi mengatakan memang jika melihat usulan dari masing-masing kelurahan itu sangat banyak mencapai 1652 kegiatan, namun setelah disepakati bersama pada saat pra musrenbang akhirnya disepakati 192 kegiatan.

“Kenapa disepakati 192 kegiatan, karena Pemerintah Kota Bogor menentukan di setiap kelurahan itu hanya 3 kegiatan di masing-masing bidang,” kata Rudi.

Ia pun merinci, dari 192 kegiatan tersebut diantaranya 11 kegiatan untuk bidang pemerintahan, 40 kegiatan bidang sosial budaya, 26 kegiatan di bidang ekonomi dan paling banyak ialah bidang fisik hampir mencapai 115 kegiatan.

“Di Bogor Selatan ini memang masih banyak membutuhkan pembangunan fisik, seperti drainase, TPT, jalan setapak dan lain sebagainya. Jadi di bidang fisik ini memang dari tahun ketahun paling banyak dan semua kelurahan mengusulkan.” pungkasnya. (Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.