Soal-Sampah-Bukan-Hanya-Sekedar-Retorika-Ini-Kata-Kades-Gadog-dan-Kuta-1.jpg
Read Time:1 Minute, 54 Second

MEGAMENDUNG, PENAPUBLIK.COM – Permasalahan sampah hingga kini memang menjadi masalah sosial yang seakan tak kunjung selesai. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Megamendung, Gundukan sampah di beberapa wilayah menjadi sangat memprihatinkan bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan bencana alam.

Namun demikian, Terkait masalah sampah tersebut, Berbagai cara dilakukan baik oleh Pemerintah Kecamatan, Desa hingga ketingkat RT yang berupaya agar peningkatan atau populasinya tidak terus terjadi bahkan sesuai keinginan, Pemkab Bogor terbebas dari sampah.

Seperti dikatakan Dedi Junaedi, Kepala Desa Gadog yang belum lama dilantik oleh Bupati untuk kali kedua, Ia mengaku bahwa program 100 hari kerja pemerintahannya akan tetap memprioritaskan masalah lingkungan hidup terutama sampah.

Dedi yang ditemui seusai menghadiri reses anggota DPRD Dapil III yang digelar di Aula 3 G Resort menuturkan bahwa saat acara berlangsung ada beberapa aspirasi selain pendidikan, kesehatan, pembangunan dan yang lainnya juga terkait masalah lingkungan terutama sampah.

“Ya mudah-mudahan pembahasan dan aspirasi terkait sampah bisa dibawa ke Kabupaten oleh temen-temen di dewan, Dan kami mewakili Pemdes Gadog dalam program 100 hari kerja untuk periode kedua ini akan terus berupaya mengembangkan inovasi-inovasi termasuk soal lingkungan hidup juga menjadi skala prioritas,” paparnya pada Rabu (10/2/2021).

Ditempat yang sama Kusnadi, Kepala Desa Kuta, Kecamatan Megamendung mengatakan, pihaknya mulai bereksperimen atau berinovasi yakni dari sampah plastik dirubah menjadi paving blok.

“Ya baru saja memasuki tahap uji coba dan baru belakangan ini dilakukan dengan alat yang masih sederhana. Untuk mengubah sampah plastik perlu beberapa bahan baku utama yakni limbah atau sampah plastik non ekonomis yang dicampur dengan limbah sterefoam dan ditambah pasir,” terangnya.

Kusnadi menilai, Dampak yang diberikan jika uji coba ini berhasil, Maka sedikit banyak akan mengurangi populasi jumlah sampah juga akan berdampak pada sisi ekonomi di Desa.

“Dilihat dari sudut pandang ekonomi jelas ada karena disitu ada nilai jualnya. Selebihnya tentu memperkecil jumlah sampah di wilayah,” ucapnya.

Ia berharap, Kedepannya paving blok dapat layak digunakan kemudian dikembangkan dengan memproduksi paving blok tersebut secara massal.

“Ya jika layak pakai, kita akan produksi secara lebih besar, tapi ini baru percobaan. Mudah-mudahan berhasil perlu dukungan semua pihak,” ujarnya.

Upaya tersebut mendapat dukungan dari Camat Megamendung, E. Rismawan,”Iya yang pasti apapun yang dilakukan oleh Pemdes terkait masalah sampah diwilayah agar tidak meningkat populasinya serta bisa mencari solusi, Kami senantiasa mendukung dan semoga berhasil.” pungkasnya. (TAUFIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.