Pesona-Wisata-Gunung-Ciung-Mau-Hiking-Camping-Ground-dan-Tadabbur-Alam-Ada-Disini-1.jpg
Read Time:2 Minute, 27 Second

Babakan Madang, PenaPublik.com – Ada sebuah nasihat bijak mengatakan,”Difficult roads often lead to beautiful destinations.” yang berarti Jalan yang sulit seringkali membawa kita menuju tempat-tempat yang indah. Setidaknya nasihat tersebut tepat sekali untuk menggambarkan salah satu destinasi yang cukup jauh jaraknya dari hingar bingar dan hiruk pikuk serta keramaian Kota.

Salah satu Desa di Kabupaten Bogor tepatnya di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Selain memiliki objek wisata air terjun seperti Curug Bidadari, Curug Cibingbin dan yang lainnya. Disudut Desa terdapat destinasi wisata yakni Gunung Ciung, Tempat tersebut memang tergolong baru bagi wisatawan namun disaat menginjakkan kaki diatas bukit tersebut seolah kita ditawarkan kesejukkan alami dan pemandangan nan eksotik.

Adapun untuk menuju lokasi wisata Gunung Ciung tersebut, Kebanyakan pengunjung berjalan kaki kurang lebih 1 jam perjalanan atau jarak tempuh sekitar 1,5 KM sambil hiking menapaki jalan setapak dan menyusuri Sungai kecil didalamnya.

Menurut Jalal, Pengelola Wisata Gunung Ciung saat ditemui dilokasi mengatakan bahwa ide mendirikan tempat tersebut berawal dari rekan-rekan yang sering singgah dikediamannya sekaligus memberikan support agar dirinya membuka fasilitas seperti saung atau villa dan juga camping ground sambil tadabbur alam.

Bangunan villa kayu tersebut kata Jalal didirikan kurang lebih satu tahun lalu yang sebelumnya dijadikan area perkebunan palawija selama 7 tahun.

“Iya temen-temen bilang kalo disini tuh cukup potensial untuk buka fasilitas wisata, ya kecil-kecilan lah. Kami siapkan saung atau villa kayu dan tenda-tenda untuk pengunjung yang datang dan ingin bermalam disini. Kedepannya kami akan buatkan gazebo terus juga jembatan ada kolam disekitarnya,” terang Ustad Jalal biasa disapa.

Untuk akses Jalan menuju lokasi kata Jalal, Para pengunjung bisa menempuh waktu selama 1 jam perjalanan dengan jarak kurang lebih 1,5 KM. Ia sedikit menceritakan dinamakan Gunung Ciung tersebut konon dahulu kala ada salah satu Goa yang mana didalamnya menjadi sarang burung Ciung.

“Ya sekarang sih cuma ada separuh lagi kayaknya karena waktu itu terbawa arus banjir bandang,” jelasnya.

Salah satu pengunjung berasal dari Kota Bogor, Mayor CHB. Eha Mulyawati yang sengaja datang bersama rekan dan keluarganya mengaku meski perjalanan yang cukup melelahkan dari mulai bawah sana hampir 1,5 jam berjalan kaki menyusuri jalan setapak dan melintasi Sungai disekitarnya itu seolah terbayar saat menuju kelokasi Gunung Ciung ini.

“Kita tadi jalan kaki sambil hiking lumayan tidak terlalu jauh sih kalo untuk pemula itu enak banget, meskipun cukup lelah karena serasa naik gunung tapi begitu sampai disini itu langsung terobati apalagi melihat pemandangan diatas bukit nan sejuk alami,” tuturnya seraya melihat matahari tenggelam diufuk barat.

Dirinya berpesan kepada pengelola, Agar lebih menarik lagi jika disekeliling area diberikan ciri khas misalnya semua ornamen seperti tenda-tendanya termasuk saluran air terbuat dari bambu.

“Ya biar lebih terlihat alami aja sesuai dengan lokasi disini. Dan tadi saya sempat mendengar kalo pengunjung yang datang kesini akan diberikan edukasi seperti gerakan menanam pohon untuk penghijauan itu saya sangat setuju sekali, Apalagi anak-anak sekarang itu sudah mulai lupa nama jenis-jenis pohon.” pungkasnya.

Reporter : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.