Manfaatkan-Momentum-Ramadhan-BUMDes-Kopo-Gelar-Festival-Kuliner.jpg
Read Time:1 Minute, 54 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – Pertama di Kecamatan Cisarua dalam rangka mengisi momentum Bulan suci Ramadhan 1442 H, Pemerintah Desa Kopo melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Kopo Kita” menggelar Festival Kuliner Ramadhan (FKR) dan sajian kuliner khas UMKM dari beberapa Desa yang ada diwilayah Kecamatan Cisarua.

Festival kuliner tersebut bertempat dipelataran parkir rest area Sari Barokah, Desa Kopo tepatnya sebrang Kantor Pemerintah Kecamatan Cisarua.

“Alhamdulillah, Mungkin ini yang pertama ya diwilayah Kecamatan Cisarua ada festival kuliner juga diikuti oleh UMKM dari beberapa Desa dan Kelurahan. Ide dan gagasan dengan semangat kebersamaan dalam upaya pemulihan ekonomi dimasa pandemi Covid-19 sambil memanfaatkan momentum bulan Ramadhan ini berawal dari pengurus BUMDes Kopo yang langsung direspon dengan baik oleh Pak Kades, Pak Camat, Pak Kapolsek juga Pak Danramil serta tak lupa koordinasi dengan Kasi Trantib Cisarua,” papar Engkus salah seorang panitia pelaksana FKR pada Senin petang (19/4).

Suasana Festipal Kuliner Ramadhan Yang Digagas BUMDes Kopo Cisarua

Ditempat yang sama, Idin, Ketua panitia pelaksana kegiatan FKR sekaligus Direktur BUMDes “Kopo Kita” mengatakan bahwa hal tersebut berupaya membantu program Pemerintah terutama dalam memulihkan perekonomian di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Iya kami dengan rekan-rekan Pengurus BUMDes berinisiatif juga dibantu oleh Pemerintah Desa dan kelembagaan lainnya termasuk pelaku UMKM didalamnya berupaya ingin mewujudkan konsep kebersamaan dari, oleh dan untuk kita semua. Maka direalisasikanlah kegiatan festival kuliner semacam ini yang rencananya dilaksanakan selama Bulan Ramadhan. Soal harga makanan serta minuman disini pun itu merakyat-lah, Kami mohon do’a dan dukungannya agar lancar dan berkah,” tutur Idin yang juga pengusaha dan produsen Cakwe.

Sementara itu Bah Ipong, Salah satu peserta FKR mewakili UMKM Kelurahan Cisarua yang menyajikan dan menjual dodongkal yang merupakan makanan tradisional khas Cisarua mengatakan sejauh ini penjualan masih standar, Belum terlalu ramai.

“Ya mungkin karena baru seminggu ini jadi belum terlalu rame, Tapi kita optimislah Insha Allah kegiatan seperti ini setidaknya bermanfaat juga bagi warga apalagi harga makanan dan minumannya cukup terjangkau ya,” ucapnya.

Pantauan PenaPublik, Nampak terlihat antusiasme warga Cisarua mulai berdatangan sejak dibuka-nya festival kuliner pada siang menjelang sore hari terlebih persiapan untuk berbuka puasa, Segala macam kuliner dijual di area tersebut, Tidak hanya jenis makanan kekinian, Namun makanan tradisional citra rasa khas Cisarua Puncak seperti dodongkal dan lain sebagainya ada di Festival Kuliner Ramadhan.

Reporter : (Taufik/Dhani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.