556-KPM-Dapat-BSB-Kemensos-RI-Pemdes-Citeko-Optimalkan-Pelayanan-Warga-Hingga-24-Jam-1.jpg
Read Time:2 Minute, 0 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – “Iya, Ini program Bantuan Sosial Beras (BSB) dari Kemensos RI diberikan kepada warga masyarakat Desa Citeko sebanyak 556 KPM. Sebenarnya total kuota keseluruhan penerima manfaat BSB di Citeko itu sebanyak 595 orang digabung dengan Desa Tugu Utara namun penyalurannya tetap disini karena diantaranya masih beralamat Desa Citeko, Begitupun sebaliknya,” terang H. Dede, Kaur Kesra Desa Citeko saat ditemui disela-sela kegiatan penyaluran pada Rabu (11/8/2021).

Terkait hal tersebut, Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.

“Karena warga Tugu Utara ada yang tinggal disini, Maka kita arahkan kesana begitupun sebaliknya warga kami yang tinggal disana lalu diarahkan kesini. Jadi kami saling koordinasi juga agar satu sama lain saling mengerti. Alhamdulillah penyaluran berjalan lancar dan kondusif,” ungkap Dede.

Pemdes Citeko Optimalkan Pelayanan Warga.

Ditempat yang sama, H. Sahrudin, S.IP, Kepala Desa Citeko, Ia mengaku bahwa Bantuan Sosial Beras (BSB) dari Kemensos RI diberikan kepada 556 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Perorang mendapatkan beras sebanyak 10 kg yang dikemas dalam karung ukuran sedang untuk 556 orang warga masyarakat Desa Citeko,” ucap BHS sapaan akrabnya.

Dirinya menghimbau kepada warga penerima manfaat Bantuan Sosial Beras (BSB) tersebut, Agar dimanfaatkan sebaik mungkin terlebih lagi disaat pandemi covid-19 seperti sekarang ini dengan diberlakukannya PPKM level 4.

“Kondisi saat ini memang berbeda dengan 3 tahun sebelumnya, Semua orang terdampak pandemi tidak mengenal status sosial apapun itu. Kami harap warga bersabar, Mudah-mudahan wabah covid-19 segera berlalu di tanah air tercinta ini,” ujarnya penuh harap.

Masih kata BHS, Dalam mengoptimalkan pelayanan kepada warga masyarakat, Dimasa kepemerintahannya di Desa Citeko, Sahrudin memberlakukan kegiatan tugas piket atau jaga malam bagi aparatur Desa sejak 3 tahun lalu.

“24 jam kami ada untuk masyarakat, Kurang lebih sejak saya memimpin di periode pertama. Karena disini para pegawai itu ada tugas piket sebanyak 3 orang. Tujuannya yaitu manakala ada warga yang membutuhkan pelayanan dimalam hari misalnya ada yang sakit dan perlu ke klinik, atau ada urusan urgent lainnya yang sifatnya untuk warga, Maka kami senantiasa siap ditunjang dengan mobil siaga Desa,” paparnya.

Sementara itu menurut Ade Badru, Salah seorang staf Desa Citeko, Ia mengaku seringkali mengikuti tugas piket dimalam hari.

“Iya sejak saya kerja disini dalam seminggu pasti kebagian tugas piket malam, Jika ada warga yang butuh bantuan dimalam hari, misalnya ada yang sakit atau butuh surat pengantar dengan segera, Kami siap siaga disini sebagai upaya pelayanan terhadap warga.” pungkasnya. (FIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.