Penanganan Sampah Harus Berkelanjutan1
Read Time:1 Minute, 56 Second

Cisarua, PenaPublik.com – World Cleanup Day yang digelar pada Sabtu (21/09) melibatkan jutaan relawan diseluruh penjuru Indonesia, juga dilakukan oleh 144 Negara lainnya. Tahun 2019 ini WCD mengambil tema “Cleanup for Peaceful Indonesia” bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional.

Dalam rangka WCD, Muspika Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor menggelar aksi yang sama, melibatkan beberapa elemen kemasyarakatan dan dunia pendidikan.

“Hari ini kami Pemerintah Kecamatan Cisarua menggelar World Cleanup Day 2019, Kegiatan kami pusatkan disekitar Sungai Cisarua melibatkan unsur Desa Kopo, Citeko, OKP Kepemudaan, Karang Taruna, Pelajar, Gabungan Komunitas Kampung Ramah Lingkungan, Ecovillage, Babinsa, Bhabinmas, Satuan PP dan juga Linmas, Kami semua bersinergi fokus membersihkan Sungai ini,” terang Dita Aprillia, Sekcam Cisarua, pada Sabtu (21/09).

Diakuinya, Melihat kondisi Sungai yang sudah parah tersebut, Pihak Muspika Cisarua merasa miris dan prihatin dibutuhkan perhatian serta penanganan yang intensif juga berkelanjutan.

“Iya kami berupaya terkait permasalahan sampah sebenarnya saat inipun kami sedang melakukan proses revitalisasi Pasar Cisarua yang baru saja kemarin dikunjungi oleh Bapak Gubernur Jawa Barat. Mudah-mudahan dengan upaya tersebut dapat mengakomodir para pedagang untuk lebih tertib lagi,” pintanya.

Hal senada dikatakan Mayor Aris NL, Danramil Cisarua saat turun bersama tim dari Babinsa bersama Bhabinmas se-Kecamatan Cisarua akan senantiasa mendukung sepenuhnya program dari Pemerintah.

“Ya secara kewilayahan kami bersama-sama semua elemen berupaya mendukung sepenuhnya kegiatan World Cleanup Day hari ini termasuk seluruh Babinsa dan Bhabinmas se-Kecamatan Cisarua,” tuturnya.

Keduanya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat ini saja akan tetapi berkesinambungan melibatkan seluruh stakeholder tentunya.

“Sungai di Cisarua ini sudah sangat krodit, butuh penanganan yang optimal dan maksimal serta berkelanjutan. Tidak hanya saat ini saja,” ungkap keduanya penuh ekspektasi.

Sekcam Bersama Danramil Cisarua

Sementara itu di tempat berbeda, Uu, Wakil Gubernur Jawa Barat mengatakan saat ini Pemda Provinsi terus berupaya menggencarkan sosialisasi mengenai pengolahan sampah melalui proses 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle). Selain itu juga Pemdaprov Jabar telah menandatangani kerja sama dengan Perusahaan terkemuka asal Inggris, Plastic Energy, untuk pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi Biodiesel di lima (5) Daerah yakni Bogor, Bandung Raya, Bekasi, Tasik Malaya dan Cirebon.

“Termasuk pembatasan penggunaan plastik sebagai kantong belanja juga pengurangan dan penghilangan sedotan plastik atau pengurangan tempat makan/minum berbahan dasar plastik. Dan pertama kalinya teknologi ini diterapkan di Indonesia sebagai salah satu komitmen kami.” pungkasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.